JL R SYAMSUDIN SH – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menghadiri kegiatan focus group discussion (FGD) bertema inovasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui whole of government di Ruang Desk Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Senin (6/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari disertasi yang disusun oleh Asep Rahmat dalam Program Doktor Ilmu Sosial Bidang Kajian Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Pasundan.
FGD tersebut turut dihadiri para kepala perangkat daerah, serta profesor dari Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Pasundan selaku promotor dan co-promotor.
Bobby menyampaikan apresiasi atas kehadiran para akademisi dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, keterlibatan berbagai stakeholder, termasuk akademisi, menjadi kunci dalam merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial yang dihadapi daerah.
Baca Juga:Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Revisi RTRW, Bappeda Susun KLHSKuota BSPS Tahun Ini Sebanyak 100 Unit
Ia menegaskan bahwa isu kesejahteraan sosial merupakan hal fundamental dalam pemerintahan, khususnya dalam upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi melalui konsep whole of government guna memastikan setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah mendorong semangat kolaborasi melalui tagline Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, yaitu “Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota”. Tagline tersebut lahir sebagai respons atas tantangan efisiensi anggaran dan pemotongan transfer ke daerah, sehingga dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak untuk tetap menjalankan program pembangunan, khususnya dalam penanganan masalah sosial.
Pemerintah telah menginisiasi program berbasis masyarakat. Salah satunya melalui pendekatan pemerlu atensi sosial yang mengedepankan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat.Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, sehingga kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari masyarakat melalui kepatuhan pajak, menjadi sangat penting.
Dalam forum tersebut, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya pengukuran kinerja melalui key performance index (KPI) bagi setiap perangkat daerah, guna memastikan efektivitas program dan pelayanan publik. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah juga menjadi perhatian, mengingat pengawasan publik saat ini semakin terbuka melalui perkembangan teknologi dan media sosial.
