Banjir Hanyutkan 3 Mobil Wisatawan, 1 Unit masih Dicari

Istimewa
DOK/PUSDALOPS BPBD KABUPATEN SUKABUMI BENCANA: Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Kecamatan/Kabupaten Sukabumi yang dipicu tingginya curah hujan sejak Sabtu (11/4).
0 Komentar

CISOLOK — Hujan deras di wilayah selatan Sukabumi menyebabkan bajir yang menerjang kawasan Cikembang Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (11/4). Dalam peristiwa tersebut, tiga mobil milik wisatawan di area Resort Ketapang terseret arus.

Peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat debit air meningkat cepat. Sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi tak sempat dipindahkan dan langsung terbawa aliran air.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengatakan pada kejadian itu arus banjir cukup deras hingga menyeret kendaraan milik pengunjung. “Memang terjadi banjir dan mengakibatkan tiga unit kendaraan roda empat milik pengunjung Resort Ketapang hanyut,” kata Andri.

Baca Juga:Menaker Lantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Satu Orang Berasal dari SukabumiBernilai 3 Miliar, Pembangunan Gedung MUI Sukabumi Dituding Mangkrak

Dari tiga kendaraan yang terdampak, dua unit berhasil diamankan oleh pihak resort. Sementara satu unit lainnya masih dalam pencarian.

Petugas bersama kru resort bergerak cepat melakukan evakuasi untuk meminimalkan kerugian. Upaya tersebut dinilai membantu menyelamatkan sebagian kendaraan dari arus yang semakin deras.

Saat ini, kondisi di lokasi sudah berangsur normal. Air yang sebelumnya meluap telah surut dan aktivitas di kawasan wisata mulai kembali berjalan.

Bencana juga terjadi di berbagai kecamatan yang dipicu tingginya curah hujan. Cuaca ekstrem berupa hujan deras menyebabkan longsor dan pohon tumbang.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa bencana tersebut dipicu intensitas hujan tinggi sejak dini hari. “Kejadian ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi,” ujar Daeng.

Menurut Daeng, hingga saat ini data dampak dan kerugian masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.

“Pendataan masih berlangsung, karena ini laporan awal dan akan terus kami perbarui sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:Gedung Sekber Sagaranten Tempat Sosial dan Kemaslahatan UmatDPKP Kabupaten Sukabumi Kekurangan Personel dan Armada

Daeng juga mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika ada potensi bahaya seperti pergerakan tanah, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya. (ist)

0 Komentar