Warga Kota Sukabumi Telantar di Bali

Istimewa
DOK/DINSOS KOTA SUKABUMI DIPULANGKAN: Pemkot Sukabumi bekerja sama dengan berbagai elemen berhasil memulangkan seorang warga yang telantar di Bali akibat kecelakaan saat merantau mencari pekerjaan.
0 Komentar

JL PABUARAN – Setelah melalui perjalanan panjang penuh harap, AK (27), warga Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, akhirnya kembali ke kampung halamannya usai sempat terlantar di Bali akibat kecelakaan saat merantau mencari pekerjaan.

Kepulangan AK pada Jumat (10/4) merupakan hasil kolaborasi lintas daerah dan berbagai elemen masyarakat. Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Lulis Delawati, menyebut proses tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas.

“Alhamdulillah hari ini AK bisa kami pulangkan. Ini berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinsos Provinsi Jawa Barat, Dinsos Provinsi Bali, dan Dinsos Kota Sukabumi hingga dukungan komunitas seperti Viking Bali dan Baznas,” ujar Lulis, kemarin (12/4).

Baca Juga:Menaker Lantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Satu Orang Berasal dari SukabumiBernilai 3 Miliar, Pembangunan Gedung MUI Sukabumi Dituding Mangkrak

AK sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas di Bali pada akhir Februari 2026. Ia sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih 40 hari hingga kondisinya dinyatakan stabil. Setelah itu, AK dipindahkan ke panti sosial di Bali. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu membiayai kepulangan ke Sukabumi.

Mengetahui kondisi tersebut, Dinsos bersama berbagai pihak langsung bergerak cepat. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap, termasuk penjemputan dari Bandung menuju Sukabumi menggunakan ambulans PMI Kota Sukabumi.

Setibanya di rumah, kondisi AK masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. Tim Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melalui layanan Sigap langsung melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Karena kondisinya belum sepenuhnya fit, kami minta tim kesehatan melakukan pengecekan. Selanjutnya akan diarahkan kontrol ke puskesmas atau bila diperlukan dirujuk ke RSUD Syamsudin SH,” jelas Lulis.

Pemantauan kesehatan lanjutan akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak kelurahan dan tenaga kesehatan setempat. Selain kondisi kesehatan, aspek sosial ekonomi keluarga AK juga menjadi perhatian. Berdasarkan data, keluarga tersebut masuk kategori pra-sejahtera dengan tingkat kesejahteraan sosial desil tiga.

Di rumah yang sama, ayah tiri AK diketahui tengah sakit selama tujuh bulan terakhir akibat komplikasi penyakit dan hanya dirawat oleh ibunya seorang diri. “Ibunya hanya seorang diri yang merawat. Tadi tim kesehatan juga sekaligus memeriksa ayah tirinya,” ungkap Lulis.

0 Komentar