CISAAT -Dugaan pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh salah satu SPPG pengelola Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan publik.
Informasi ini mencuat setelah diposting oleh pemilik akun Facebook Handy pada Senin (13/4/2026) memperlihatkan tumpukan sampah diduga berasal dari aktivitas dapur MBG dibuang tidak pada tempatnya.
Pemerhati lingkungan Sukabumi, Budiyanto, menegaskan jika pengelola MBG kreatif, limbah dari dapur MBG seharusnya tidak dianggap sebagai beban, melainkan peluang yang bisa dimanfaatkan secara produktif.
Baca Juga:Kembangkan Cikundul jadi Destinasi WisataAnggota Bawaslu Laporkan Leasing ke Polisi
“Limbah organik seperti sisa sayuran, nasi, dan kulit buah bisa diolah menjadi kompos atau pupuk cair. Ini solusi sederhana tapi berdampak besar, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” ujar saat dikonfirmasi media
Namun, ia juga menegaskan bahwa dugaan pembuangan sampah sembarangan seperti yang beredar di media sosial harus menjadi perhatian serius. “Kalau memang itu benar terjadi, ini menunjukkan lemahnya pengelolaan limbah di lapangan. Harus segera dievaluasi dan diperbaiki,” tegasnya.
Menurut Budiyanto, pengelolaan limbah harus menjadi bagian integral dari pelaksanaan program MBG. Tanpa sistem yang baik, program yang bertujuan mulia ini justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Ia mendorong agar pihak terkait segera melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut serta memberikan pembinaan kepada pengelola dapur MBG agar menerapkan pengelolaan limbah yang sesuai standar.
Selain itu, Budiyanto juga mengingatkan pentingnya penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos, eco enzyme, maupun pakan ternak. “Kalau dikelola serius, limbah ini bisa jadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
