Sedangkan tenor lebih panjang hingga 10 tahun akan diarahkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). “Pinjamannya dua, melalui BJB kalau tenornya itu 3 tahun. Pinjamannya ke SMI kalau di atas 3 tahun sampai 10 tahun,” jelasnya.
Meski demikian, Ayep menegaskan keputusan tersebut masih menunggu kepastian transfer dana pusat. Ia tidak ingin pembangunan daerah terhambat akibat ketidakjelasan anggaran. “Tapi saya ingin tahu kepastian dulu. Karena ini enggak boleh stagnasi,” katanya.
Ayep juga menyoroti sejumlah persoalan pelayanan publik yang menurutnya harus tetap ditangani di tengah keterbatasan anggaran. Mulai dari penanganan jalan rusak hingga kebersihan lingkungan kota disebut tidak boleh terhenti. “Saya enggak mau stagnasi. Memberesin jalan bolong enggak bisa, saya enggak mau. Saya jalan terus,” imbuhnya.
Baca Juga:Dana Abadi RT Mentok, Agus Samsul: Terlalu Menggebu-gebu!Nelayan Palabuhanratu 'Menjerit', Sulit Peroleh BBM Jenis Solar Industri
Bahkan, ia mengaku sempat menegur jajaran organisasi perangkat daerah karena penanganan jalan berlubang dan pembersihan rumput liar dinilai belum berjalan optimal. “Pagi-pagi saya udah telepon, saya tegur itu tadi. Pak, kenapa enggak jalan juga ini nambal jalan bolong? Kenapa enggak jalan juga ini gulma-gulma rumput-rumput pinggir jalan kotor?” ungkapnya.
Menurut Ayep, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat. “Pak,
