CIRACAP – Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat berlibur ke kawasan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Pantai Pangumbahan bisa menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.
Pantai yang berada di kawasan konservasi penyu ini dikenal sebagai salah satu lokasi pelestarian penyu hijau terbesar di Jawa Barat. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana pantai yang masih alami, tetapi juga menyaksikan secara langsung aktivitas penyu bertelur dan pelepasan tukik ke laut.Flora & Fauna
Berbeda dengan destinasi pantai pada umumnya, aktivitas utama di Pantai Pangumbahan justru berlangsung pada malam hari. Wisatawan dapat melihat proses penyu naik ke pantai untuk bertelur pada pukul 19.00 hingga 23.00 WIB dengan pendampingan petugas konservasi.
Baca Juga:Paripurna DPRD, Wabup Sampaikan Jawaban Bupati Sukabumi Atas Padum FraksiMasyarakat di Kecamatan Cisolok Gelar Syukuran Nelayan ke-29
Selain menjadi objek wisata edukatif, keberadaan konservasi ini berperan penting dalam menjaga populasi penyu yang semakin terancam akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.
Lokasi Pantai Pangumbahan
Pantai Pangumbahan berada di Desa Pangumbahan, masih dalam kawasan wisata Ujung Genteng. Untuk harga tiket masuk pun terbilang sangat murah, yakni untuk Dewasa: Rp10.000 per orang
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi beberapa destinasi di kawasan Ujung Genteng dan sekitarnya, berikut perkiraan biaya yang perlu disiapkan
Tiket masuk pantai: Rp10.000 – Rp15.000 per orang, Parkir kendaraan: Rp3.000 – Rp20.000, Wisata Curug Cikaso: tiket Rp3.000, Perahu menuju Curug Cikaso: sekitar Rp60.000
Dengan total biaya wisata sehari di Sukabumi berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per orang, belum termasuk biaya transportasi dan penginapan.
Pantai Pangumbahan menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang konservasi satwa. Pengalaman menyaksikan penyu bertelur di habitat alaminya menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak tempat wisata lainnya.(ist)
