Luput dari Pantauan Orangtua, Balita di Ciracap Meninggal Dalam Sumur

Istimewa
PERISTIWA : Balita berusia dua tahun meninggal terjatuh ke dalam sumur di Kampung Cadas Ngampar, RT 014/004, Ciracap Sukabumi (foto : ist)
0 Komentar

CIRACAP – Luput dari pantauan orangtua seorang balita berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia setelah diketahui terjatuh ke dalam sumur di Kampung Cadas Ngampar, RT 014/004, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (27/6/2026) petang.

Kapolsek Ciracap, AKP Taopik Hadian, membenarkan peristiwa ini. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga terjatuh ke dalam sumur setelah sempat keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Menurutnya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB korban sebelumnya bermain di sekitar rumah dan sempat dibawa pulang oleh ibunya. Namun, beberapa saat kemudian korban kembali keluar rumah tanpa diketahui orang tuanya. Saat keluarga menyadari korban tidak berada di rumah, pencarian langsung dilakukan bersama warga di sekitar lingkungan.

Baca Juga:Bupati Apresiasi Peran Penting Bidan dalam Memberi huLayanan KesehatanBNNK dan Kwarcab Pramuka Kerjasama Bentuk Saka Anti Narkoba

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua setengah jam, sekitar pukul 18.30 WIB korban ditemukan mengambang di permukaan air sumur milik warga bernama Muslih yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Egi, kemudian dilanjutkan proses evakuasi oleh Wagianto yang turun ke dalam sumur. Saat berhasil dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Ciracap segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melaksanakan penyelidikan.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan para saksi, tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Kejadian ini merupakan musibah yang diduga terjadi saat korban lepas dari pengawasan orang tua. Pihak keluarga juga telah menyatakan menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan secara resmi,” ujarnya

Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Terakhir dia mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama balita, serta memastikan lingkungan sekitar rumah aman dari potensi bahaya seperti sumur, kolam, sungai, maupun saluran air terbuka guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.(Mg3)

0 Komentar