Tiga Hari Hilang, Pemuda Asal Ciambar Ditemukan Tewas di Sungai Cimunjul

Istimewa
EVAKUASI : Aparat Kepolisian, TNI dibantu warga saat mengevaluasi korban meninggal di aliran sungai Cimunjul (foto ist)
0 Komentar

CIAMBAR : Dilaporkan hilang selama Tiga hari, seorang pemuda asal Kecamatan Ciambar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Cimunjul “Leuwi Aja” di Kampung Barupaku, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (11/7/2026).

Diketahui korban berinisial RR (35), warga Kampung Ciambar Babakan, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar. Identitas itu dipastikan langsung pihak keluarga setelah proses identifikasi di lokasi dan RSUD Sekarwangi. Keterangan keluarga kepada petugas, almarhum diketahui memiliki riwayat gangguan bipolar.

Kapolsek Nagrak IPTU Subit Sudrajat mengatakan, penemuan mayat ini bermula dari pengakuan seorang warga bernama Zaenal Abidin yang sedang memancing seorang diri di Sungai Cimunjul pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca Juga:Pemcam Cisolok Resmikan Wisata Baru Petik Melon, Dorong Sektor Pertanian,Ribuan Warga di Cicurug Kesulitan Mendapat Air Bersih Akibat Kemarau

Dia mengaku mendengar suara-suara aneh sebelum melihat sesuatu yang menyerupai kepala manusia muncul di permukaan sungai. “Karena lokasi sungai itu dikenal angker, saksi mengira yang dilihatnya bukan manusia sehingga memilih pulang dalam keadaan ketakutan,” kata IPTU Subit Sudrajat dalam laporannya.

Keesokan harinya, cerita itu disampaikan kepada rekannya, Irman. Keduanya kemudian memutuskan kembali ke lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya dilihat Zaenal sehari sebelumnya. Setelah menelusuri aliran Sungai Cimunjul, keduanya menemukan sesosok mayat laki-laki. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan para saksi, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani pemeriksaan luar. “Dari hasil identifikasi dan keterangan keluarga, korban dipastikan bernama Robi Ruliansyah yang sebelumnya telah dilaporkan hilang sejak Selasa, 7 Juli 2026,” ujar Subit

Menurut pihak keluarga, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada malam hari sebelum dinyatakan hilang. Saat itu korban sempat mengirimkan lokasi (share location) kepada keluarganya sekitar pukul 21.30 WIB.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat gangguan bipolar yang terkadang menyebabkan halusinasi.

Pihak keluarga telah memastikan identitas korban dan menolak dilakukan autopsi karena menerima kejadian ini sebagai musibah serta ingin almarhum segera dimakamkan,” katanya. (mg3)

0 Komentar