Miris, Enam Tahun Warga Dayeuhluhur Kota Sukabumi Tinggal di Bangunan MCK

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES HIDUP DI MCK: Warga RT 003/003 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong bertahan hidup di bangunan mandi, cuci, kakus (MCK) umum.
0 Komentar

“Kami berharap pemerintah maupun para dermawan dapat membantu agar Ibu Meti tidak lagi tinggal di bangunan MCK,” ucapnya.

Harapan serupa disampaikan Ketua DKM Masjid Jami Al Ikhlas Kampung Liung Tutut, Aka Sabana. Ia menyebut kondisi Meti sudah lama diketahui masyarakat dan membutuhkan perhatian berbagai pihak.

“Semoga ada para dermawan maupun donatur yang tergerak membantu agar Ibu Meti memiliki rumah yang layak huni. MCK umum bukanlah tempat yang pantas dijadikan hunian,” katanya.

Baca Juga:Pemprov Jabar Usut Dugaan ASN Bermain JudolPLN Peduli Hadirkan Harapan Baru melalui Rehabilitasi Pondok Pesantren As-Syurowiyah

Aka juga berharap Pemerintah Kota Sukabumi dapat mengambil langkah nyata untuk membantu Meti memperoleh tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara.

Kisah Meti menjadi potret bahwa persoalan kemiskinan dan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Di tengah berbagai capaian pembangunan, keberadaan warga yang selama enam tahun bertahan hidup di bangunan MCK umum menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati kehidupan yang layak dan bermartabat.

Kini, harapan Meti terbilang sederhana. Ia hanya ingin memiliki sebuah rumah kecil yang dapat menjadi tempat berteduh dan menjalani hidup dengan lebih layak, setelah enam tahun menghabiskan hari-harinya di bangunan yang semestinya hanya digunakan sebagai fasilitas sanitasi umum. (mg5)

Laman:

1 2
0 Komentar