Dapur Santri Al-Fath Segera Beroperasi

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES Ayep Zaki Wali Kota Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI – Dapur Santri Pondok Pesantren Modern Al-Fath Kota Sukabumi selangkah lagi beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Seluruh fasilitas dapur disebut telah rampung 100 persen dan tinggal menunggu kepastian dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Fath, KH Fajar Laksana, mengatakan pembangunan dapur berikut berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan program MBG telah dipenuhi. Dari sisi sarana dan prasarana, Dapur Santri Al-Fath dinilai sudah siap menjalankan aktivitas penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

“Dapur Santri ini sudah selesai 100 persen. Cuma kadang ada masalah di BGN, maka kemudian ditunda operasionalnya,” kata Fajar, kemarin (9/8).

Baca Juga:Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan, Wakil Wali Kota Kunjungi PT Rumah Magot SelabintanaBelasan Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Terbakar

Dia mengatakan, proses operasional Dapur Santri Al-Fath turut terdampak persoalan internal yang terjadi di lingkungan BGN. Kondisi tersebut membuat sejumlah dapur yang sebelumnya telah melalui tahapan persiapan harus menunggu hingga proses pembenahan dan penataan selesai dilakukan.

Pihak pesantren memilih menunggu proses tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan tata kelola program MBG berjalan lebih baik. Menurutnya, penyempurnaan sistem penting dilakukan agar pelaksanaan program dapat berlangsung tertib sekaligus memberikan kepastian bagi pengelola dapur dan penerima manfaat.

“Kita termasuk yang sudah proses, cuma ada musibahlah. Ada musibah oknum yang melakukan pelanggaran sehingga sampai hari ini belum ada,” ujarnya.

Fajar berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan yang terjadi sehingga dapur yang telah dipersiapkan dengan berbagai fasilitas tersebut tidak terlalu lama menganggur. Dengan begitu, keberadaan Dapur Santri dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para penerima program MBG. “Kita berharap kepada Pak Presiden agar cepat ada kerapihan dan penyempurnaan,” tuturnya.

Bagi Pondok Pesantren Modern Al-Fath, program MBG memiliki arti penting. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan makanan bergizi, program tersebut dinilai dapat membantu keberlangsungan pendidikan para santri yang selama ini memperoleh layanan pendidikan tanpa dibebankan biaya. “Pesantren kami memang sangat membutuhkan MBG karena santrinya tidak bayar, gratis. Jadi sangat membantu,” kata Fajar.

Kebutuhan makanan bergizi di lingkungan Al-Fath juga tidak hanya diperuntukkan bagi para santri. Lingkungan pendidikan tersebut turut menaungi mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

0 Komentar