SUKABUMI — Tingkat kehilangan atau kebocoran air bersih yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa atau PDAM Kota Sukabumi masih tergolong tinggi. Hingga Juli 2026, persentase kebocoran air tercatat mencapai 59 persen. Artinya, lebih dari separuh volume air yang diproduksi belum dapat tersalurkan secara optimal kepada pelanggan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi perusahaan daerah dalam meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Dian Afriandi, mengungkapkan angka kehilangan air masih berada pada level tinggi. Namun, dibandiung periode sebelumnya, terjadi penurunan karena mencapai 60,1 persen.
“Kami terus berupaya mendorong efisiensi distribusi air dan menekan tingkat kebocoran ini. Target utama dari peningkatan kualitas layanan tersebut adalah naiknya tingkat kepuasan pelanggan,” ungkap Dian, kemarin (30/8).
Baca Juga:Ratusan Atlit di Sukabumi Unjuk Kemampuan Seni Bertarung KyokushinSatu Unit Bangunan Ruko di Surade Alami Kebakaran
Penurunan dari 60,1 persen menjadi 59 persen menjadi indikasi adanya perbaikan dalam pengelolaan distribusi air. Namun, tingkat kehilangan yang masih mencapai lebih dari separuh volume air tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi masih membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan. Dian mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan efisiensi distribusi. Penekanan tingkat kebocoran menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Di tengah persoalan kehilangan air tersebut, jumlah pelanggan PDAM Kota Sukabumi justru menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 19.878 pelanggan aktif telah mendapatkan pelayanan air bersih dari perusahaan daerah tersebut. Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen PDAM untuk memastikan peningkatan jumlah pelanggan diikuti dengan peningkatan kualitas dan keandalan pelayanan.
Persoalan tingginya tingkat kebocoran air juga mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Bobby meminta jajaran direksi dan manajemen PDAM tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diperoleh. Momentum HUT ke-51, menurut dia, harus dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Bobby, masih terdapat berbagai kekurangan yang harus dibenahi. Persoalan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti melakukan perbaikan, tetapi justru menjadi tantangan bagi jajaran perusahaan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
