Dispusipda Kota Sukabumi Memasifkan Budaya Literasi

Istimewa
PORTAL.SUKABUMIKOTA.GO.ID LENGKAP: Perpustakaan Umum Kota Sukabumi memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk para pengunjung
0 Komentar

SUKABUMI – Perpustakaan Umum di bawah pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi memiliki fasilitas yang lengkap untuk para pengunjung. Saat ini di perpustakaan terdapat koleksi lebih dari 80 ribu eksemplar buku dengan 40 ribu judul.

Pustakawan Ahli Madya Dispusipda Kota Sukabumi, Retno Widayani, mengatakan perpustakaan yang memiliki ruangan baca umum, ruangan baca anak, ruangan sinema, area diskusi, serta ruangan referensi yang dibuka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.30–16.00 WIB. Khusus hari Sabtu, perpustakaan dibuka dari pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

“Paling ramai itu (pengunjungnya) di hari Sabtu,” jelas Retno, belum lama ini.

Baca Juga:Masyarakat di Jampangkulon Antusias Periksa Cek Kesehatan GratisPasar Jubleg di Sukabumi Akan Dibangun Menadi Pasar Induk Daerah

Perpustakaan juga memiliki layanan multimedia dengan menghadirkan sejumlah komputer yang dilengkapi jaringan internet yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengakses sumber literasi online. Perpustakaan Umum Kota Sukabumi memiliki ruangan work from library.

Selain membuka pelayanan di perpustakaan umum, Dispusipda membuka pula layanan di Galeri Literasi yang terletak di Kawasan Lapangan Merdeka dan Alun-alun Kota Sukabumi. Galeri Literasi dibuka setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00-13.00 WIB.

Dispusipda juga membuka Pojok Baca Digital (Pocadi) di Mal Pelayanan Publik yang dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Sukabumi. Dispusipda Kota Sukabumi mengelola pula sejumlah layanan daring seperti pembuatan kartu anggota secara online melalui website dispusip.sukabumikota.go.id, kemudian aplikasi e-book berbasis android yang dinamakan Sugema. Setiap pekan Dispusipda melalui kanal youtube menghadirkan Cendol atau Cerita dan Dongeng Online.

“Kita sudah menayangkan hampir 300 episode yang dimulai sejak Pandemi Covid-19. Setiap seminggu sekali ada yang baru. Ini layanan bercerita untuk anak-anak,” tuturnya.

Dispusipda juga terus mengupayakan penerapan inklusi sosial perpustakaan. Salah satu penerapannya adalah dengan digelarnya sejumlah pelatihan keterampilan di perpustakaan umum.

“Perpustakaan itu sekarang tidak hanya tempat membaca, tetapi menjadi pusat berkegiatan. Inklusi itu untuk semua, jadi kita bisa menjadikan apa yang ada di dalam buku, dipraktikkan kalau bisa sampai mensejahterakan diri kita, dari yang belum berdaya menjadi berdaya, bahkan sampai menciptakan lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar