Lewat Program Genting, BAPPEDA Kota Sukabumi Terus Tekan Angka Stunting

ist
istimewa
0 Komentar

SUKABUMI – Upaya menekan angka stunting di Kota Sukabumi tidak cukup hanya mengandalkan intervensi kesehatan. Pemenuhan gizi, pola pengasuhan anak, kondisi lingkungan, serta pemahaman keluarga terhadap kebutuhan nutrisi menjadi persoalan yang perlu ditangani secara bersamaan.Isu tersebut menjadi perhatian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi yang terus mendorong inovasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting. Salah satu langkah yang dikembangkan adalah Program Genting atau Gerakan Nutrisi Telur untuk Keluarga Berisiko Stunting.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perencanaan yang terarah serta keterlibatan berbagai pihak. Hal ini karena risiko stunting berkaitan dengan beragam faktor yang memengaruhi kehidupan keluarga, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi dan kebutuhan dasar lainnya.

Menurut Nenden, pemerintah perlu memastikan intervensi yang diberikan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Upaya tersebut juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak berhenti pada pemberian bantuan semata.

Baca Juga:Sambut Hari Listrik Nasional ke-81, YBM PLN UP3 Sukabumi Tebar Kebahagiaan untuk Guru Ngaji, Yatim dan DhuapaPemkot Sukabumi Tetapkan 639 Hektare Lahan LP2B

“Penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Karena itu, kami terus mendorong inovasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan,” kata NendenMelalui Program Genting, keluarga yang masuk kategori berisiko stunting mendapatkan intervensi berupa dukungan nutrisi, khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan protein. Namun, pemberian bantuan tersebut perlu diiringi edukasi agar keluarga memahami pentingnya asupan gizi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Bagi Bappeda, perubahan pemahaman dan kebiasaan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pengetahuan mengenai pemenuhan gizi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaat intervensi tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek.

“Yang paling penting bukan hanya pemberiannya, tetapi bagaimana keluarga memahami kebutuhan gizi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang terus kami dorong melalui berbagai program dan inovasi,” jelasnya

Program Genting juga mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan unsur masyarakat lainnya. Melalui koordinasi tersebut, intervensi diharapkan dapat diberikan kepada keluarga sasaran sekaligus mendukung pencegahan munculnya kasus stunting baru.

0 Komentar