Mantan Kades Diduga Terlibat Penipuan *Bermodus Kerja Sama Penggemukan dan Pengadaan Domba

Mantan Kades Diduga Terlibat Penipuan *Bermodus Kerja Sama Penggemukan dan Pengadaan Domba
0 Komentar

PALABUHANRATU – Mantan kepala desa di Kabupaten Sukabumi diduga terlibat penipuan dan penggelapan ribuan ekor domba. Modusnya dengan cara kerja sama penggemukan dan pengadaan dengan PT Raja Tani Nusantara sebagai pihak investor.

Dugaan penipuan dan penggelapan juga diduga melibatkan aktivis PNPM serta dua orang dari pihak swasta. Akibat dugaan penipuan itu, pihak investor mengaku rugi hingga miliaran rupiah.

Direktur PT RTN, Helma Agustiawan, mengatakan kerugian secara tunai akibat penipuan dan penggelapan tersebut mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sementara untuk kerugian dari segi bisnis sekitar Rp2 miliar.

Baca Juga:Pemkab Sukabumi dan DPRD Tetapkan Tiga RaperdaSuara Hati Bupati Sikapi Persoalan PKL

“Kami bekerja sama untuk beternak penggemukan domba di Sukabumi. Namun saat mau kami ambil, domba-domba itu sudah tidak ada di kandang,” terang Helma dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, kemarin (27/10).

Awalnya, lanjut Helma, kerja sama terjadi saat Direktur Utama PT Cipta Agrinusa Mandiri mengirimkan surat penawaran kerja sama penggemukan domba pada 7 April 2021. Merespon penawaran itu, pada 14 April 2021, PT RTN melakukan kunjungan ke kandang dekat Pasar Ternak di Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi. Mereka mengklaim kandang tersebut merupakan miliknya, bahkan mengaku memiliki ratusan kelompok peternak domba binaan.

Tidak hanya itu, pihak swasta ini memperkenalkan sejumlah tokoh masyarakat di Parungkuda. Di antaranya mantan kepala desa dan aktivis PNPM yang mengelola dan membina peternakan tersebut. Didasari pertimbangan itu, PT RTN percaya untuk menjalin kerja sama. “Dari pertemuan itu ditandatanganilah kerja sama penggemukan domba untuk pasar kurban,” bebernya.

Setelah kesepakatan itu, PT RTN mentransfer dana sebesar Rp455 juta kepada PT Cipta Agrinusa Mandiri. Dana itu untuk pengadaan bakalan dan penggemukan domba di Sukabumi dan Bogor dengan jumlah sebanyak 500 ekor. Hingga berat domba mencapai minimal 23 dan 25 kilogram pada saat musim kurban.

Di samping penggemukan domba, PT RTN juga membeli bakalan domba kepada PT Cipta Agrinusa Mandiri sebanyak 1.079 ekor senilai Rp865 juta. Secara keseluruhan total dana yang telah ditransfer mencapai Rp1,320 miliar.

Pada musim kurban, RTN meminta tim PT Cipta Agrinusa Mandiri memotong 154 ekor domba yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar sesuai permintaan dari pembeli kurban. Semua domba yang disembelih harus didokumentasikan secara lengkap.

0 Komentar