PALABUHARATU – Bupati Sukabumi Marwan Hamami menegaskan, penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 akan difokuskan untuk percepatan pemulihan ekonomi.
Termasuk, sejumlah target yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi.
Recovery ekonomi ini menjadi prioritas utama, terutama terkait infrastruktur yang menunjang terhadap pemberdayaan. Seperti padat karya dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan usai menyampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD TA 2022 dan Raperda tentang pokok-pokok pengelolaan Keuangan Daerah pada Paripurna di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupateb Sukabumi, Palabuhanratu, kemarin (10)/11) .
Baca Juga:Inovasi SIMPEL Desa Berikan Kemudahan Pelayanan AdministrasiHari Pahlawan Momen Lanjutkan Perjuangan dengan Pembangunan
DPRD melalui fraksi telah menyampaikan pandangannya masing-masing. Atas penggunaan APBD tahun 2022, mereka menilai perlu adanya ke hati-hati an dalam melakukan estimasi anggaran tersebut.
Selain itu, Fraksi menyarankan agar penetapan anggaran khususnya untuk penanganan Covid 19 tak boleh terlalu rendah dan juga terlalu tinggi. Sebab, penanganan Pandemi Covid-19 masih dianggarkan.
“Terlalu tinggi itu ditakutkan nanti kalau pandemi nya berakhir, lalu ada silva akibat anggaran tak terserap seluruhnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, penetapan APBD disesuaikan dengan instruksi dari kementerian. Baik kementerian keuangan maupun kementerian dalam negeri, persentase maksimal pengalokasian anggaran sudah diatur sedemikian rupa.
“Untuk Kabupaten Sukabumi masih tergantung kebijakan Pemerintah pusat sebesar sekitar 80 persen, jadi jika pusat terganggu otomatis keuangan ke kita pun terganggu. Serta, kita pun tak bisa menganggarkan yang ditetapkan itu fix kedepannya,” tandasnya. (mg1)
