oleh

Kader PKB dan Gerindra di Sukabumi Inginkan Prabowo dan Cak Imin Berpasangan

PALABUHANRATU – Ketua DPC Partai Gerindra sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara (YSG) menyebut, Deklarasi dukungan Barisan Prabowo dan Cak Imin (Muhaimin) maju di pilpres 2024 merupakan sebuah penomena.

BACA JUGA : Bareda Cup, Dadan Undang YSG Buka Turnamen Bola Voli

Menurutnya, Deklarasi yang digelar di Bandung pada 12 Januari 2022 lalu ini, membuktikan masih adanya keinginan masyarakat Jawa Barat menjadikan Prabowo Subianto sebagai pemimpin di Indonesia.

Terlebih, Muhaimin atau Cak Imin sebagai pasangannya. Merupakan sosok hebat dan memiliki klasifikasi luar biasa sebagai politikus, apalagi ketua umum PKB tersebut merupakan cucu KH. Bisri Syansuri pendiri Nahdatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

“Kansnya saya rasa cukup baik, Dimana Prabowo adalah Ketua umum Gerindra dan Cak Imin juga Ketua umum PKB, saya rasa ini penomena sangat luar biasa jadi komposisi ini sangat mungkin,” ungkapnya beberapa waktu lalu (17/01).

Yudha melanjutkan, visi misi partai Gerindra adalah Sejahtera, Adil dan makmur ditambah PKB merupakan Partai berlandaskan Religius. Kolaborasi keduanya dinilai saling melengkapi. “Jadi saya rasa, Indonesia Sejahtera, Adil dan Makmur serta Religius sudah sangat luar biasa,” tuturnya.

BACA JUGA : Ketua Fraksi PKB Beri Bantuan Rutilahu

Sementara itu, Sekertaris PKB Usep menambahkan. Ia mengapresiasi deklarasi dukungan Elemen Rakyat Jawa Barat (Jabar), mendorong Prabowo Subianto dan Gus Muhaimin Iskandar maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Dua sosok tersebut dinilai dapat membawa Indonesia menjadi negara maju. “Sangat lah cocok jika Cak Imin berlatar belakang santri disandingkan dengan Prabowo, yang notabene memiliki latar belakang militer nasionalis,”

Menurutnya, penilaian Barisan Prabowo Gus Muhaimin selaras dengan PKB di Sukabumi. Oleh karena itu, ia berharap keduanya bersedia dipasangkan di pilpres nanti.

“Jika terjadi duet Prabowo Gus Muhaimin, tentu ini akan menjadi babak baru dalam kancah politik nasional, di mana belum pernah terjadi koalisi PKB – Gerindra dalam setiap pilpres sebelumnya,” tandasnya.  (mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.