SUKABUMI EKSPRES – Kurun sembilan bulan atau selama periode Januari-September tahun ini, terjadi sebanyak 63 kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Sukabumi. Dari jumlah kasus itu, terdapat 76 orang yang jadi korbannya.
Kepala UPTD PPA Dinas P2KBP3A Kota Sukabumi, Hendra Susanto, mengatakan sampai saat ini kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Sukabumi masih terus terjadi. Tahun ini, selama periode Januari-September, terjadi 63 kasus dengan korban 76 orang yang didominasi anak-anak.
“Data ini berdasarkan laporan yang kami terima,” kata Hendra, kemarin (9/10).
Dari 63 kasus itu, kata Hendra, rinciannya pada Januari terdapat sebanyak 9 kasus, Februari 6 kasus, Maret 4 kasus, April 2 kasus, Mei 5 kasus, Juni 3 kasus, Juli 3 kasus, Agustus 11 kasus, dan September 18 kasus.
Melihat data, pada September terjadi lonjakan kasus yang cukup banyak.
Baca Juga:Ganjar Pranowo Dinilai Punya Simpanan Potensi DukunganElektabilitas Prabowo Sulit Dikejar Ganjar dan Anies, Waspada!
“Pada September jumlah kasusnya relatif cukup banyak dibanding periode bulan lainnya,” ungkapnya.
Sementara dari total 76 orang korban, kata Hendra, rinciannya pada Januari sebanyak 9 orang, Februari 6 orang, Maret 4 orang, April 4 orang, Mei 5 orang, Juni 10 orang, Juli 5 orang, Agustus 11 orang, dan September 22 orang.Mereka terdiri dari 22 orang perempuan serta 54 anak-anak.
“Kalau yang anak-anak terdiri dari 27 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Korbannya didominasi kalangan anak-anak,” terangnya.
Hendra memastikan setiap laporan yang masuk akan selalu ditindaklanjuti. Upaya penanganannya dilakukan lintas sektoral karena UPTD DP2KBP3A berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Sukabumi Kota dan Dinas Sosial (Dinsos).
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses penanganan karena kota bekerja sebagai tim,” tegasnya.
Penanganan korban kekerasan dilakukan dengan pendampingan pelaporan, pendampingan psikologis, hingga ke pendampingan untuk visum.
“Alhamdulillah sudah tertangani semua,” pungkasnya. (mg4)
