Kerap Kebanjiran saat Hujan, Akibat Robohnya Tanggul Saluran Air

Kerap Kebanjiran saat Hujan, Akibat Robohnya Tanggul Saluran Air
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES– Pondok Pesantren Assirojul Munir di Kampung Baru Skip Kelurahan Sriwidari Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi kerap kebanjiran setiap turun hujan.

Kondisi itu dipicu robohnya bangunan talud atau tanggul di sekitar saluran air yang lokasinya berada di atas pondok pesantren pada pekan lalu yang hingga kini belum diperbaiki.

Seperti terjadi pada Minggu (12/11). Saat hujan, lingkungan pondok pesantren terendam banjir akibat meluapnya saluran air.

Baca Juga:Gali Potensi Siswa Melalui Gelar PrestasiBawaslu Bakal Transparan Soal Informasi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, menjelaskan banjir yang merendam Pondok Pesantren Assirojul Munir merupakan dampak robohnya bangunan talud saluran air pada Senin (6/11).

Saat kejadian pekan lalu itu berdampak terendamnya lingkungan pondok pesantren terdiri dari 1 ruang mengaji, 3 asrama, dan 1 ruang majelis ditambah bangunan rumah warga setempat.

“Jadi, di sekitar lokasi dekat Ponpes Assirojul Munir itu ada tanggul saluran air yang roboh. Kemudian materialnya menutup saluran air. Lalu airnya melimpas ke lingkungan pondok pesantren dan tempat tinggal warga setempat,” kata Novian, Senin (13/11).

Saat itu tim BPBD melakukan asesmen sekaligus penanganan di lokasi. Termasuk mengevakuasi material tembok yang roboh menutup saluran air.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR agar segera ada perbaikan karena kalau hujan air dipastikan kembali melimpas,” jelasnya.

Namun, lanjut Novian sepekan pascakejadian itu, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan. Karena itu, saat turun hujan pada Minggu (12/11), lingkungan Pondok Pesantren Assirojul Munir kembali kebanjiran.

“Pihak Kelurahan Sriwidari juga sudah bersurat ke Dinas PUTR agar segera diperbaiki bangunan talud yang roboh. Kami juga setiap monitoring wilayah selalu menjadwalkan memantau perkembangan di lokasi untuk memastikan perbaikannya sudah dilaksanakan atau belum,” ungkapnya.

Baca Juga:Harga Kebutuhan Masyarakat Masih BerfluktuasiPerekaman E-KTP Pemilih Pemula Hampir Rampung

Novian menyebut seandainya belum diperbaiki bangunan talud, maka lingkungan pondok pesantren tersebut, termasuk warga sekitar dipastikan terancam kebanjiran setiap kali turun hujan. Novian berharap segera ada upaya perbaikan untuk mengantisipasi dampak bencana.

“Masyarakat juga menjadi lebih tenang karena tidak khawatir akan terjadi banjir,” pungkasnya. (ist)

0 Komentar