SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, menghadiri acara Pelatihan Trainer West Java Women Empowerment (WJWE) CAANG yang diselenggarakan di Aula Bank bjb Cabang Sukabumi pada Rabu (4/12/2024) pagi.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi; perwakilan dari Bank bjb Cabang Sukabumi; Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dr. Siska Gefrianti; serta para peserta pelatihan.
Dalam laporannya, Yadi Mulyadi menjelaskan bahwa WJWE CAANG merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Sukabumi, dan Bank bjb Cabang Sukabumi.
Baca Juga:Kolaborasi PLN Group Jabar dan Srikandi PLN Salurkan Bantuan Ratusan Paket untuk Warga Terdampak Banjir dan LoForkopimda Bahas Kenaikan UMK Kabupaten Sukabumi Tahun 2025
Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Kota Sukabumi agar mampu berkontribusi lebih signifikan dalam berbagai sektor.
“Melalui kegiatan WJWE CAANG ini, kami berharap dapat menjadi pemacu semangat bagi Kota Sukabumi untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya perempuan,” ujar Yadi.
Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan
Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran utama sebagai penjaga keharmonisan keluarga dan masyarakat.
“Namun, tanpa bekal ilmu dan pengetahuan yang memadai, tugas tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal,” kata Diana.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keterlibatan sosial-politik.
“Melalui program pemberdayaan perempuan ini, kami berharap para peserta dapat mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka sehingga memberikan dampak positif baik dari segi ekonomi maupun pembangunan keluarga,” lanjutnya.
Dengan adanya pelatihan WJWE CAANG, Diana berharap para peserta mampu menggali potensi di lingkungan masing-masing dan menciptakan nilai tambah, baik untuk perekonomian maupun bagi kualitas kehidupan keluarga.