Bokbroknya Sistem Coretax: Mau Bayar Pajak Dipersulit, Gak Bayar Pajak Dipalak Pemerintah

Sistem Coretax Error
Bokbroknya Sistem Coretax
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Ketika masyarakat ingin membayar pajak kepada pemerintah melalui platform Coretax, setiap kali membuka sistem tersebut, rasanya kami harus berdoa terlebih dahulu agar sistemnya berfungsi dengan baik. Bahkan ketika mencoba mengaksesnya pagi, siang, hingga malam, tetapi tetap tidak berhasil.

Namun, saat mencoba verifikasi wajah, hasilnya justru tidak sesuai. Fitur ini hanya bisa digunakan melalui situs web, tidak melalui aplikasi, yang menurut kami adalah suatu kelemahan. Bagaimana mungkin Coretax, dengan anggaran sebesar Rp1,2 hingga Rp1,3 triliun per 1 Januari 2025, masih memiliki berbagai permasalahan teknis seperti ini?

Budget Coretax sebesar itu sebenarnya sangat murah jika dibandingkan dengan sistem perpajakan atau tax filing di negara lain, seperti Singapore Stars, Malaysia Thailand e-Revenue, Filipina eFPS, Inggris, Korea Selatan, dan lain-lain.

Baca Juga:Honor MagicBook Art 14 Siap Kalahkan Kualitas MacBook Air, Simak Review LengkapnyaAplikasi MXTREND Segera Scam! Penipuan yang Akan Bernasib Sama Seperti DBC dan Kantar

Mereka memiliki anggaran yang jauh lebih besar. Namun, masalahnya bukan hanya soal uang, melainkan bagaimana anggaran tersebut digunakan serta kurangnya transparansi dalam komunikasi.

Ini adalah kritik dari masyarakat yang pajaknya digunakan untuk berbagai administrasi pemerintahan. Jika masyarakat diwajibkan membayar pajak, setidaknya berikanlah hak kami untuk mendapatkan fasilitas yang layak. Kami pun telah menelusuri sejarah dari Coretax ini.

Awalnya, pada tahun 2020, saat pertama kali dilakukan pengadaan (procurement), anggaran yang diperkirakan berkisar antara Rp1 hingga Rp2 triliun. Setahu kami, proyek ini dimenangkan oleh LG CNS, anak perusahaan LG, yang sebenarnya bukan perusahaan sembarangan.

Mereka bahkan mendapatkan peringkat tertinggi dalam evaluasi Win-Win Index dari Korea Commission of Corporate Partnership. Selain itu, ada satu konsultan lain yang terlibat, yaitu Deloitte, dengan cakupan konsultasi yang diperkirakan bernilai sekitar Rp100 miliar.

Pertanyaannya, mengapa setelah melibatkan dua pihak yang seharusnya kompeten, platform ini justru menyebabkan kesulitan dalam pembayaran pajak, hingga pengguna harus berdoa agar sistemnya berjalan lancar?

Bokbroknya Sistem Coretax

Ternyata, permasalahan yang terjadi cukup klasik. Saat Big Bang Rollout dilakukan pada 1 Januari 2025, semua orang mencoba mengakses platform tersebut secara bersamaan, yang mengakibatkan sekitar 40 masalah muncul pada hari itu juga.

Setiap kali terjadi permasalahan dalam implementasi sistem atau perangkat lunak digital yang baru, 100% penyebabnya sebenarnya bukan pada sistem itu sendiri. Jika sistemnya dianggap bermasalah, maka yang seharusnya dipertanyakan adalah bagaimana sistem tersebut dikelola, mulai dari perancangan, implementasi, hingga cara dikomunikasikan kepada penggunanya.

0 Komentar