SUKABUMI EKSPRES – Simak informasi berikut ini untuk mengetahui sinopsis dan jadwal tayang Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy! di SCTV. Salah satu stasiun televisi swasta tersebut kembali menayangkan sinetron yang kerap disingkat PPT itu pada Ramadhan 2025 atau 1446 Hijriah.
Berbicara tentang tayangan di televisi saat bulan puasa atau Ramadhan, ada satu judul sinetron yang paling ikonik. Apalagi kalau bukan Para Pencari Tuhan (PPT) yang sudah tayang di SCTV sejak 18 tahun silam alias 2007!
Kini di tahun 2025 pada momen bulan Ramadhan 1446 H pun sinetron religi komedi tersebut kembali akan menyapa para pencinta setianya. Mengusung judul “Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy!”, sinetron ini tayang selama bulan puasa di waktu sahur.
Baca Juga:5 Rekomendasi Film Karya Mira Lesmana yang Wajib Kamu Tonton!7 Film Anime Populer yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup
Bang Jack yang diperankan oleh Deddy Mizwar kembali tampil sebagaimana 17 musim sebelumnya. Tidak lupa pula dua sahabat ikonik Udin (Udin Nganga) dan Asrul (Asrul Dahlan).
Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy! pun akan cocok sebagai hiburan, tontonan, sekaligus tuntunan. Walau mengusung tema berbeda di setiap musimnya, sinetron ini tetap selalu sarat akan pesan moral dan relate dengan kehidupan.
Jadwal tayang Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy!
PPT Jilid 18: Dunia Sementara, Coy! Bisa disaksikan secara langsung di SCTV maupun via live streaming di platform Vidio mulai Sabtu 1 Maret 2025. Sebagaimana sudah disinggung sedikit sebelumnya, musim terbaru PPT ini akan menemani waktu makan sahur Anda.
Sinetron garapan PT. Demi Gisela Citra Sinema tersebut tayang selama bulan Ramadhan 2025 pukul 02:35 WIB. Itulah jadwalnya, jadi ingat dan catat supaya tidak kelupaan apabila ingin selalu menontonnya.
Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy!
Pada sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 18: Dunia Sementara, Coy! akan mengisahkan empat sahabat yang sedang berjuang mencari arah hidup di tengah keterbatasan serta kesulitan ekonomi. Mereka adalah Awan, Bumi, Mentari, serta Agam.
Walau keempatnya dihadapkan dengan masalah hidup, mereka tetap berusaha untuk bertahan dan mencari solusi. Kesulitan hidup itu pula yang menjadikan mereka berempat justru kian dekat satu sama lain.