Sebelumnya, telah diberitakan bahwa terjadi insiden tragis dalam pendakian di Carstensz Pyramid yang mengakibatkan dua orang pendaki wanita, yaitu Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, kehilangan nyawa. Kedua pendaki tersebut dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan mendaki salah satu puncak tertinggi di Indonesia tersebut. Sementara itu, Fiersa Besari, seorang pendaki sekaligus musisi terkenal, bersama dengan rombongan pendaki lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pendakian ini sendiri merupakan bagian dari ekspedisi besar yang dilakukan oleh Fiersa Besari, yang dikenal dengan nama “Atap Negeri.” Misi ini bertujuan untuk menaklukkan 33 puncak gunung yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sebagai bentuk eksplorasi serta apresiasi terhadap keindahan alam Nusantara. Carstensz Pyramid menjadi salah satu puncak yang masuk dalam daftar pendakian dalam ekspedisi ini, yang juga merupakan salah satu tantangan besar karena medan yang sulit serta kondisi cuaca yang ekstrem.
Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah mengonfirmasi bahwa sebanyak 13 orang pendaki yang melakukan perjalanan menuju Puncak Carstensz Pyramid di kawasan Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam kondisi selamat. Di antara mereka yang berhasil bertahan adalah Fiersa Besari, bersama dengan tiga orang pendaki lainnya yang merupakan warga negara asing (WNA).
Baca Juga:Ngabuburit Makin Seru! Ini 6 Rekomendasi Drakor Terbaru untuk Temani PuasaInilah Selebgram Semarang Bunuh Bayi Pasca Lahiran, Zhafira Devi : Tidak Tau Siapa Ayahnya
“Fiersa bersama tiga WNA asal Turki dan Rusia selamat,” Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna yang dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu malam.
Fiersa Besari, seorang musisi terkenal asal Kota Bandung, Jawa Barat, yang juga dikenal sebagai pegiat aktivitas alam terbuka, dilaporkan termasuk dalam tim beranggotakan 15 pendaki yang melakukan ekspedisi ke Puncak Cartensz Pyramid. Pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.46 WIT, tim ini menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi.
Menurut Wayan, berdasarkan informasi yang diterima oleh tim SAR, permintaan pertolongan tersebut diajukan karena diduga salah satu anggota tim mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit ketinggian akut. Gejala tersebut muncul ketika tim sedang dalam perjalanan turun setelah mencapai puncak. Insiden ini terjadi di bawah puncak Cartensz Pyramid, tepatnya sebelum mereka melintasi lintasan jembatan tali (tyrolean).
