Setelah itu, korban kembali dimasukkan ke dalam kendaraan dan dibawa menuju wilayah Cibeureum, Kota Sukabumi. Di dalam mobil, korban didudukkan di kursi belakang, sementara salah satu terlapor berada di kursi depan.
“Selama perjalanan dari kantor (di Palabuhanratu) hingga ke wilayah Kota Sukabumi, klien kami mengalami pemukulan berulang kali. Posisi korban di belakang, pelaku memukul ke arah belakang,” tutur Dachi.
Sekitar pukul 22.00 WIB, rombongan tiba di wilayah Cibeureum dan bertemu dengan salah satu atasan korban. Saat itu, korban sempat menyampaikan bahwa dirinya telah mengalami penganiayaan.
Baca Juga:Berbagi Berkah Masuki Episode ke-16Musrenbang Kelurahan Sindangpalay Soroti Penuntasan Masalah Sosial
“Nah sampainya di sana, ketemulah dengan Pak Kabid yang merupakan atasan dari klien kami. Beliau lalu mempertanyakan, loh Kamu kenapa? itu terkait yang kemarin, saya dipukulin,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik. Di antaranya lebam di pelipis mata kiri dan kanan, darah keluar dari telinga, bibir sobek, luka di dagu, kepala, serta paha.
“Atas dasar itu, kami melaporkan tiga orang terlapor atas dugaan penculikan dan penganiayaan. Saat ini kondisi klien kami masih mengalami trauma berat, bahkan untuk makan dan minum pun masih kesulitan,” ungkap Dachi.
Pihak kuasa hukum juga menyebut sempat ada upaya komunikasi dari pihak terlapor, namun untuk sementara ditolak demi pemulihan kondisi psikologis korban. “Untuk sementara kami menutup ruang komunikasi karena klien kami mengalami trauma serius,” pungkas Dachi.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya, benar. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” singkatnya. (ndi)
