SUKABUMI – Upaya penuntasan masalah sosial menjadi fokus utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sindangpalay, Jumat (12/12). Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan sosial, mulai dari kemiskinan ekstrem hingga pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas.
“Masalah sosial menjadi perhatian penting pembangunan satu hingga tiga tahun mendatang, karena saya dan hadirin merupakan manusia sebagai makhluk sosial,” ungkapnya.
Dalam paparannya, wali kota menyoroti kondisi pengangguran di Kota Sukabumi yang saat ini tercatat mencapai 14 ribuan orang. Ia menekankan bahwa penuntasan kemiskinan ekstrem sangat berkaitan dengan upaya meminimalkan pengangguran. Untuk itu, Pemkot membuka peluang kerja sama dengan perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri.
Baca Juga:Kabupaten Sukabumi Bersiap Hadapi Libur Panjang, Dorong Wisata Aman dan NyamanPemdes Sukaharja Salurkan Bantuan Pangan untuk 343 KPM
“Silakan bagi warga Sindangpalay dengan usia di bawah 40 tahun yang ingin bekerja ke luar negeri, daftarkan saja. Kita akan membuat skema ini melalui kerja sama dengan PPPMI,” jelasnya.
Kesungguhan dan niat menjadi syarat utama untuk bisa bekerja ke luar negeri, dan bila program ini berjalan baik, dampaknya diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Selain itu, Ayep menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas dan penerima layanan kesejahteraan sosial lainnya.
Meskipun Kota Sukabumi telah berhasil menurunkan angka stunting dan mendapatkan insentif fiskal Rp 5,5 miliar, komitmen terhadap kelompok rentan tetap menjadi prioritas. “Saya dan wakil wali kota terus berkeliling setiap akhir pekan melalui kegiatan berbagi berkah. Program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) terus digelar sampai kami tahu persis bagaimana para penyandang disabilitas hidup dan benar-benar memerlukan kehadiran kita,” ujarnya. (dokpim)
