SIMPENAN – Ratusan warga terdampak abrasi Sungai Cidadap di mengungsi di SDN Kawungluwuk. Permukiman mereka rusak akibat tergerus arus deras.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengatakan untuk menjaga keselamatan warga, Pemkab Sukabumi menetapkan langkah cepat berupa relokasi darurat dan pemusatan pengungsian di SD Kawungluwuk. Tujuannya untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan baik.
“Data jumlah warga terdampak masih terus dihimpun dan berpotensi bertambah. namun belum bisa kami sampaikan secara final karena proses pendataan masih berjalan,” ujar Andreas.
Baca Juga:PLN Sukabumi Resmikan Pengoperasian PLTMH Kertamukti ke Penyulang Bagbagan, Dukung Energi TerbarukanPLN Sukabumi Hadir untuk Masyarakat, Gelar Bazar Murah dan Dukung UMKM Bangki
Andreas memastikan, proses relokasi darurat telah selesai dan penanganan di lokasi pengungsian berjalan tertib dan aman. Ketersediaan logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan tempat istirahat warga telah dipastikan dalam kondisi siap. “Hari ini kami ingin memastikan relokasi berjalan lancar dan seluruh pengungsi tertangani dengan baik. Alhamdulillah, kondisi pengungsian aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” ungkapnya.
Pengungsian di SD Kawungluwuk menampung warga dari Kampung Kawung Luwuk dan Kampung Babakan Cisarua. Sementara itu, warga yang sebelumnya sempat terisolasi dipastikan telah berada dalam kondisi aman.
“Saat ini fokus utama adalah penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan mendesak. Setelah kondisi stabil, kemudian akan dirumuskan langkah-langkah lanjutan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (ndi)
