RSUD Plara Gratiskan Pengobatan untuk Pengungsi

Istimewa
EDO SUPRIADI/SUKABUMI EKSPRES LAYANAN KESEHATAN: RSUD Palabuhanratu membuka layanan kesehatan bagi masyarakat di lokasi terdampak bencana
0 Komentar

SIMPENAN – Tim kesehatan RSUD Palabuhanratu turun langsung ke lokasi pengungsian bencana alam di Kecamatan Simpenan, Sabtu (20/12). Selain membawa bantuan, tim kesehatan rumah sakit plat merah itu menggratiskan layanan pengobatan dan kesehatan bagi warga pengungsi meski mereka tidak memiliki BPJS.

Direktur RSUD Palabuhanratu, Dr. Ruli Suyono Saputra, mengatakan kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT ke-38 RSUD Palabuhanratu. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk kepedulian, kami memberikan bantuan kepada korban di wilayah Simpenan, khususnya di sekitar Desa Cidadap. Kami mendistribusikan makanan, obat-obatan, serta membuka layanan pengobatan gratis di lokasi,” ujarnya di sela kegiatan, Sabtu (20/12).

Baca Juga:Ratusan Warga Bencana di Sukabumi masih MengungsiBencana Hidrometeorologi Terjang 15 Kecamatan, Dipicu Curah Hujan Tinggi

Selain pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, RSUD Palabuhanratu juga menetapkan kebijakan khusus bagi korban terdampak yang membutuhkan perawatan lanjutan. “Warga pengungsi yang sakit dipersilakan datang langsung ke RSUD Palabuhanratu dan akan dilayani secara gratis. Termasuk bagi mereka yang tidak memiliki BPJS,” tegasnya.

Ruli menegaskan, RSUD Palabuhanratu tidak bisa menempatkan dokter secara menetap di lokasi karena keterbatasan tenaga medis. Namun sudah ada kesepakatan dengan Dinas Kesehatan, jika ada warga yang membutuhkan perawatan lanjutan. “Silakan bisa datang ke rumah sakit dan akan kami gratiskan,” ungkapnya.

Humas RSUD Palabuhanratu, Saeful Anwar, menegaskan pelayanan di RSUD Palabuhanratu tetap berjalan normal. Momentum HUT ke-38 ini menjadi penguatan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima untuk Sukabumi yang Mubarokah. RSUD Palabuhanratu berharap langkah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memastikan tidak ada korban bencana yang terkendala biaya dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Bagi korban bencana yang tidak memiliki BPJS, kami pastikan tidak perlu memikirkan biaya. Seluruh biaya pengobatan akan digratiskan. Ini komitmen kami sebagai rumah sakit daerah,” pungkasnya. (mg3)

0 Komentar