JL SURYAKENCANA – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) setempat berkolaborasi mendistribusikan bantuan ribuan butir telur kepada keluarga berisiko stunting.
Kelurahan Sukakarya menjadi salah satu lokasi prioritas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyampaikan bantuan telur berasal dari donasi rutin bulanan para pegawai Dinas Kesehatan, RSUD Syamsudin S.H., serta seluruh puskesmas di wilayah Kota Sukabumi.
Ida menjelaskan, program ini merupakan bentuk intervensi gizi langsung melalui pemberian protein hewani kepada kelompok sasaran, khususnya ibu hamil dan balita.
Baca Juga:PPPK Paruh Waktu Pertanyakan Pencairan Gaji, Datangi Balai Kota Bertemu dengan Jajaran PemkotAnggota DPRD Kabupaten Sukabumi Serap Aspirasi Nelayan Ujunggenteng
“Hari ini kami berkoordinasi dengan TP PKK untuk membahas teknis pendistribusian telur yang telah dikumpulkan. Tujuannya jelas, yaitu menurunkan angka stunting melalui pemenuhan gizi keluarga yang membutuhkan,” ujar Ida pada pertemuan koordinasi yang digelar, kemarin (5/2).
Rencananya, pendistribusian telur akan dilaksanakan secara serentak pada Senin (9/2). Di Kelurahan Sukakarya, bantuan akan disalurkan kepada 16 sasaran prioritas terdiri dari lima ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) serta 11 balita dengan indikasi stunting.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan pendistribusian telur dilakukan secara bertahap dan terjadwal untuk menjangkau seluruh kelurahan di Kota Sukabumi. “Program ini akan menjangkau total 33 kelurahan. Untuk Sukakarya, penyaluran dilaksanakan lebih awal, sementara kelurahan lainnya akan menyusul sesuai jadwal,” jelasnya.
Ranty menambahkan, hingga saat ini jumlah telur yang terkumpul hampir mencapai 1.000 butir. Pengumpulan dilakukan secara rutin setiap bulan dan pada saat penyaluran akan selalu didampingi oleh Tim Penggerak PKK agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Melalui langkah kolaboratif ini, Ranty optimis pendistribusian telur dapat memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gizi masyarakat, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), sehingga angka stunting di Kota Sukabumi dapat terus ditekan secara signifikan. (dokpim)
