Aksi Kemanusiaan BSMI Sukabumi di Aceh

Istimewa
DOK. BSMI KABUPATEN SUKABUMI TERISOLASI: Salah satu lokasi terdampak bencana di Aceh yang terisolasi. Relawan BSMI Kabupaten Sukabumi turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan.
0 Komentar

SUKABUMI – Tim relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Sukabumi bersama BSMI Jawa Barat memberikan pelayanan kemanusiaan dan medis bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Aceh. Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi darurat yang dialami ribuan warga terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Ketua BSMI Kabupaten Sukabumi, drg. Wita Darmawanti, mengungkapkan saat tim tiba di lokasi, kondisi pengungsian masih sangat terbatas dan memprihatinkan. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak huni.

“Ketika kami tiba di Aceh Tamiang, sebagian besar warga yang rumahnya rusak atau terendam banjir mengungsi di fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta tenda-tenda pengungsian yang kondisinya masih sangat sederhana. Ada juga warga yang memilih tinggal di rumah kerabatnya yang tidak terdampak banjir,” ujarnya melalui sambungan telepon, kemarin (28/12).

Baca Juga:DPRD Kota Sukabumi Serahkan Rekomendasi Hasil Panja, Belum Ada Tanggapan dari EksekutifPLN UID Jawa Barat Siap Amankan Pasokan Listrik Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Kepadatan di lokasi pengungsian menjadi persoalan utama, terutama terkait ketersediaan air bersih dan sanitasi. Meski demikian, kebutuhan logistik dasar relatif sudah tertangani.

“Kondisi pengungsian cukup padat dengan keterbatasan air bersih dan sanitasi. Namun untuk makanan dan bahan pokok relatif tercukupi karena adanya dapur umum dan bantuan donasi dari para relawan,” katanya.

Tim BSMI menghadapi berbagai tantangan, terutama akses menuju wilayah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur. “Tantangan terberat adalah akses menuju lokasi yang cukup sulit. Beberapa daerah terisolasi karena letaknya jauh dari posko kami. Sehingga, kami harus menempuh perjalanan darat yang panjang dan dilanjutkan menyeberangi sungai menggunakan perahu, karena satu-satunya jembatan penghubung menuju desa tersebut putus,” ungkap dia.

Selain akses, keterbatasan sarana komunikasi juga menjadi hambatan tersendiri bagi tim relawan dalam melakukan koordinasi lapangan. “Keterbatasan listrik dan sinyal komunikasi juga cukup menyulitkan kami dalam berkoordinasi, terutama saat harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” tambahnya.

Selama menjalankan tugas kemanusiaan, tim BSMI Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat telah menjangkau sejumlah wilayah terdampak banjir. Daerah tersebut meliputi Desa Sidodadi dan Desa Purwodadi di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang; Desa Batu Sumbang di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur; serta Desa Baling Karang di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. “Wilayah yang kami kunjungi tersebar di beberapa kecamatan, baik di Aceh Tamiang maupun Aceh Timur, yang sebagian di antaranya masih sulit dijangkau,” jelasnya.

0 Komentar