Dari sisi medis, Wita menyebutkan penyakit yang paling banyak ditangani berkaitan dengan kondisi lingkungan pascabanjir dan kelelahan pengungsi. “Kasus yang paling banyak kami tangani adalah infeksi saluran pernapasan atas, infeksi kulit, hipertensi, diare, sakit gigi, serta kondisi kelelahan akibat aktivitas dan situasi pengungsian,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Tim BSMI telah berada di Aceh sejak akhir Desember dan akan bertugas secara bergantian dengan tim relawan lainnya. “Tim BSMI sudah berada di Aceh sejak 26 Desember 2025. Sementara Tim BSMI Jawa Barat tiba di Aceh Tamiang sejak 21 Desember hingga 29 Desember 2025. Selanjutnya, akan ada tim BSMI lainnya yang bertugas secara estafet,” pungkasnya. (mg5)
