Pergerakan Tanah Ancam Belasan Rumah di Sukabumi

Istimewa
PENDATAAN: Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi mendata warga yang rumahnya terancam pergerakan tanah di Kampung Pinangjajar RT 11/03 Desa Sukamukti Kecamatan Waluran.
0 Komentar

CIKEMBAR – Belasan rumah di Kampung Pinangjajar RT 11/03 Desa Sukamukti Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi terancam pergerakan tanah. Saat ini, puluhan kepala keluaga yang menghuninya mengungsi sementara ke tempat lebih aman.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Jumat (2/1) sekitar pukul 21.45 WIB. Peristiwa itu dipicu tingginya curah hujan dengan durasi waktu yang cukup lama.

“Di lokasi terdata ada sekitar 18 rumah yang kondisinya terancam pergerakan tanah. Dari semua bangunan rumah yang terancam, jumlah penghuninya terdata sebanyak 23 kepala keluarga atau 70 jiwa,” kata Daeng, belum lama ini.

Baca Juga:WNA Meninggal Dunia saat Main Jetski, Tabrak Ombak saat Melaju KencangDinkes kota Sukabumi Luncurkan Sipaling Berseri

Daeng menuturkan, pergerakan tanah di wilayah tersebut merupakan bencana susulan. Sebab, sebelumnya wilayah itu pernah terjadi bencana serupa.

“Kejadian pertama itu sekitar Maret 2025. Kemudian terjadi lagi di awal tahun ini yang dipicu tingginya curah hujan,” jelasnya.

BPBD terus memantau perkembangan di lapangan. Sebab, kondisi saat ini dikhawatirkan akan berpotensi meluas mengingat curah hujan diprediksi masih cukup tinggi. “Kami sudah berkoordinasi dengan P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) serta aparatur pemerintah desa setempat,” tegas dia.

Di tempat terpisah, hujan terus menerus dengan durasi cukup lama juga mengakibatkan tanah longsor di Kampung Sukarame RT 04/05 Desa/Kecamatan Parakansalak, Minggu (4/1) dinihari sekitar pukul 02.45 WIB. Bencana itu mengakibatkan satu bangunan rumah warga setempat kondisinya terancam. “Ada satu rumah milik Sulaeman yang dihuni enam jiwa kondisinya terancam,” pungkas Daeng. (ndi)

0 Komentar