CIKEMBAR – Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) bukan sekadar ikon pariwisata, namun merupakan laboratorium pembangunan berkelanjutan yang telah diakui dunia.
Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi, Asep Japar saat mengukuhkan pengurus Badan Pengelola (BP) CPUGGP di Aula Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/04/2026).
Oleh karena itu, Asep Japar meminta pengurus BP-CPUGGp dapat menjadikan taman bumi ini sistem yang hidup, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun peningkatan kualitas hidup.
Baca Juga:Ini Syarat Lengkap Pembuatan KTP-el di Kota Sukabumi, Warga Wajib Tahu!Gen Z Dominasi Kota Sukabumi, Disdukcapil Dorong Perekaman KTP Elektronik Sejak Usia 17 Tahun
“Para pengurus yang baru ini, memikul amanah yang sangat besar. Geopark jangan menjadi sebuah simbol, jadi mari bekerja cepat dan adaptif,” ujarnya
Dia juga menegaskan, CPUGGp harus lebih baik dan meningkat lagi. Karena, CPUGGp harus ditempatkan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. CPUGGp harus menjadi penggerak pariwisata, penguat UMKM, ruang kreativitas generasi muda, dan wadah pelestarian alam dan budaya. Maka dari itu, inovasi para pengurus tidak boleh berhenti.
“Libatkan semua pihak agar geopark semakin kuat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Di momen ini, Asep Japar pun berterima kasih kepada pengurus BP CPUGGp yang lama. Terutama atas kontribusi dan dedikasinya dalam membangun geopark selama ini.
“Apa yang telah dibangun pengurus sebelumnya, menjadi pijakan penting yang harus dipertahankan, dilanjutkan, dan ditingkatkan pengurus baru,” pungkasnya. (mg3)
