SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersilaturahmi sekaligus kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Sukabumi, kemarin (7/1). Pada momen itu, wali kota menyerahkan hibah berupa satu unit motor sampah untuk mendukung pengelolaan kebersihan di lingkungan lapas.
Penyerahan bantuan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan lembaga vertikal. Khususnya menjawab persoalan teknis dan lingkungan yang dihadapi Lapas Kelas IIB Sukabumi.
Ayep Zaki menyebut, kebutuhan armada pengangkut sampah di lingkungan lapas sangat mendesak. Kondisi itu mengingat volume sampah yang dihasilkan setiap hari cukup besar.
Baca Juga:Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Sukabumi Menerima Terima Presiden RIDua Buruh Terjepit Pondasi Bangunan Damkar dan Basarnas Lakukan Evakuasi
“Ini silaturahmi sekaligus penyerahan motor sampah. Memang sangat dibutuhkan, karena dalam satu hari jumlah sampah di Lapas Kelas IIB ini kurang lebih satu motor. Motor yang lama juga sudah rusak, sehingga bantuan ini sangat penting,” ujar Ayep Zaki kepada wartawan di sela kegiatan.
Bantuan tersebut tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan juga menjadi simbol kekompakan dan solidaritas antarinstansi. Menurutnya, harmonisasi antara pemerintah daerah dan lembaga vertikal harus terus dijaga demi pelayanan publik yang lebih baik. “Ini adalah bentuk sinergitas dan kekompakan antara lembaga vertikal dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Harmonisasi antarlembaga harus terjalin dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menyambut baik hibah motor sampah dari Pemerintah Kota Sukabumi. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan, mengingat pengelolaan sampah menjadi kebutuhan vital di lingkungan lapas. “Alhamdulillah, kami mendapatkan hibah motor sampah ini. Semoga dengan adanya armada baru, menjadi semangat baru bagi kami dalam menjaga kebersihan lingkungan lapas agar semakin bersih,” ujarnya.
Budi menjelaskan, produksi sampah di Lapas Kelas IIB Sukabumi tergolong tinggi karena berasal dari berbagai aktivitas penghuni lapas, mulai dari sisa makanan, limbah dapur, hingga sisa hasil kegiatan kerja kemandirian warga binaan. “Setiap hari sampah harus dibuang. Kalau menumpuk, tentu akan menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menimbulkan penyakit. Karena itu, armada ini sangat kami butuhkan,” jelasnya. (mg5)
