Kerusakan Jalan Lio Santa di Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi menuai sorotan publik. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) menilai lambannya penanganan jalan tersebut mencerminkan lemahnya penentuan skala prioritas pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Kota Sukabumi.
Ketua Umum PB Himasi, Yuyu Yusinta, menyayangkan kondisi Jalan Lio Santa yang hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal, kondisi jalan itu cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut menunjukkan kurangnya respons cepat pemerintah terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. “Jalan Lio Santa bukan hanya dilalui warga sekitar, tetapi juga menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama ini jelas berisiko dan mengancam keselamatan masyarakat,” ungkap Yuyu, kemarin (13/1).
Baca Juga:Kunjungi Kemenperin, Walkot Selaraskan Arah PembangunanSiLPA APBD 2025 Cukup Besar, Walkot: Bukan karena Gagal Perencanaan!
Yuyu menilai, pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut mengindikasikan adanya persoalan serius dalam penentuan prioritas pembangunan di Kota Sukabumi. Dia menegaskan, pemerintah seharusnya hadir lebih cepat ketika menyangkut infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan warga. “Jika keselamatan warga masih harus menunggu, lalu apa arti prioritas pembangunan itu sendiri,” tegasnya.
Selain aspek keselamatan, PB Himasi juga menyoroti persoalan transparansi anggaran pemerintah daerah. Yuyu secara terbuka mempertanyakan apakah perbaikan Jalan Lio Santa pernah masuk dalam alokasi APBD Kota Sukabumi serta sejauh mana realisasi anggaran tersebut.
“Saya mempertanyakan, apakah anggaran perbaikan Jalan Lio Santa sudah dialokasikan dalam APBD. Jika sudah, berapa besar anggarannya, kapan direalisasikan, dan apa kendalanya sehingga sampai hari ini belum ada perbaikan yang signifikan,” cetusnya.
Keterbukaan informasi publik menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh kondisi infrastruktur yang buruk. Kejelasan rencana dan jadwal perbaikan juga dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. PB Himasi mendesak Pemerintah Kota Sukabumi agar segera mengambil langkah konkret dan tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan atau jatuh korban akibat buruknya kondisi Jalan Lio Santa. “Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar wacana,” tandas Yuyu. (mg5)
