Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa, Tingkatkan Pengawasan Bahan Pokok Penting

Ist
DOK/SUKABUMI EKSPRES ANTISIPASI: Pergerakan harga berbagai bahan pokok penting di Kota Sukabumi mulai diantisipasi menjelang Ramadan tahun ini.
0 Komentar

Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi meningkatkan pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting menjelang Ramadan hingga nanti Idulfitri. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan pemantauan dilakukan setiap hari, mencakup pergerakan harga, distribusi, hingga ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. “Kami akan terus memantau setiap hari, mulai dari harga hingga ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan,” ujar Een, kemarin (11/2).

Menurutnya, intensifikasi pengawasan menjadi langkah strategis karena periode menjelang Ramadhan kerap diiringi peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga. Sebagai penguatan pengawasan, Diskumindag dalam waktu dekat akan membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan.

Baca Juga:SMPN 8 Gelar Pentas Seni dan PrestasiDorong Graduasi Stunting di Puskesmas Sukakarya

Satgas ini bertugas memastikan penerapan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai surat edaran pemerintah, sekaligus mencegah praktik penimbunan dan permainan harga di tingkat pedagang. “Kami akan turun langsung ke seluruh pasar bersama satgas, untuk memastikan apakah surat edaran tersebut benar-benar diterapkan,” tegasnya.

Satgas tersebut juga akan melakukan pemantauan distribusi guna memastikan tidak terjadi hambatan pasokan yang dapat memicu gejolak harga.

Selain pengawasan, Diskumindag bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kecamatan pada 5–13 Februari 2026. Program ini menjadi instrumen intervensi pemerintah daerah untuk menahan laju kenaikan harga serta menjaga pasokan pangan menjelang Ramadhan.

“Dalam GPM, pemerintah menyediakan bahan pokok penting dengan harga distributor atau di bawah harga pasar. Seperti beras, bawang, gula, telur, dan minyak goreng,” ungkap Een.Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi daerah.

Terkait harga daging ayam broiler yang masih berada di kisaran Rp37 ribu-Rp39 ribu per kilogram, Diskumindag akan melakukan koordinasi intensif dengan pelaku usaha, distributor, dan peternak guna mendorong stabilitas harga.

“Kami akan berkoordinasi dengan pengusaha ayam agar harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.Langkah koordinatif tersebut dinilai penting agar tidak terjadi lonjakan harga signifikan saat permintaan meningkat menjelang Ramadan. Diskumindag juga memastikan Operasi Pasar (OP) akan digelar bersama Polres Sukabumi Kota dan perangkat daerah terkait. Operasi ini ditujukan untuk menstabilkan harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan keamanan dan kelancaran distribusi komoditas pokok. “Operasi pasar pasti kami lakukan sebelum Ramadan dan menjelang Idulfitri,” tambahnya.

0 Komentar