Dinkes Kota Sukabumi Kejar Target Imunisasi

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES SOSIALISASI: Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyosialisasikan program Gempita untuk mengejat target imunisasi.
0 Komentar

JL BHAYANGKARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi meluncurkan program Gerakan Masyarakat, Pemerintah dan Tokoh Agama Untuk Imunisasi (Gempita) sekaligus menyosialisasikan strategi percepatan penurunan angka zero dose pada pelayanan imunisasi, kemarin (3/6).

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan peluncuran program Gempita menjadi langkah strategis pemerintah daerah memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Fokus utama Gempita adalah pengendalian penyakit menular dengan memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas perlindungan kekebalan tubuh melalui imunisasi lengkap.

“Cakupan imunisasi kita sebenarnya sudah 98 persen atau melampaui target. Bahkan untuk tahun 2026, cakupannya sebesar 96 persen, tetapi masih ada yang belum diimunisasi. Kalau tahun 2026 ada sekitar 111 bayi yang belum mendapatkan imunisasi,” jelasnya

Baca Juga:Puluhan Ribu Rutilahu Butuh Perbaikan, Pemkab Sukabumi Koordinasi dengan Pemprov dan PusatCurug Luhur Cikurutug di Sukabumi Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

Ida menambahkan, melalui Gempita, pihaknya mencoba untuk menggugah kesadaran masyarakat yang belum memberikan imunisasi lengkap bagi anak mereka, untuk segera melakukan imunisasi. Seperti dijelaskannya jika diukur dari tahun 2020 hingga 2026, masih terdapat 627 anak yang belum diimunisasi.

“Ini merupakan target yang akan kita upayakan dengan berbagai pendekatan, program sinergi dan kolaborasi,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan program Gempita memiliki enam indikator di antaranya pembentukan Kader Gempita, dan Safari Imunisasi. Dalam acara yang diikuti oleh kader PKK, akademisi, dan kader kesehatan, dipaparkan pula data sebaran cakupan imunisasi di Kota Sukabumi, tantangan pelaksanaan imunisasi, serta panduan teknis pelaksanaan surveilans dan penjangkauan.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi lengkap sesuai jadwal, serta cara mengkomunikasikan manfaat imunisasi kepada keluarga yang masih memiliki keraguan. (mg5)

0 Komentar