SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai langkah mewujudkan kemandirian fiskal dan mempercepat pembangunan. Seluruh perangkat daerah diinstruksikan mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah agar menjadi fondasi utama pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan keberhasilan pembangunan Kota Sukabumi tak hanya ditentukan besarnya anggaran yang dimiliki. Lebih dari itu, ditentukan juga kemampuan pemerintah daerah meningkatkan kemandirian fiskal melalui pengelolaan PAD yang optimal.
Menurutnya, kekuatan keuangan daerah akan menjadi modal utama dalam menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Baca Juga:Aplikasi Lapor Terima 13 Aduan Sepanjang JuliKPA Targetkan Three Zero Tanggulangi HIV/AIDS
“Pembangunan ini waktunya tidak lama, lima sampai sepuluh tahun harus selesai. Seluruh pemanfaatan PAD harus selesai. Saya ingin memberikan legacy sebagai warisan kepada pemerintah selanjutnya. Pimpinan menjadi indikator penting pemerintahan, sementara anggaran harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Karena itu saya terus mengontrol pendapatan asli daerah dan ingin lajunya semakin cepat,” ujar Ayep usai memimpin rapat pimpinan di Oproom Sekretariat Daerah, kemarin (5/8).
Pada forum tersebut, jajaran pemerintah membahas strategi percepatan optimalisasi PAD sekaligus mengevaluasi perkembangan penerimaan masing-masing perangkat daerah berdasarkan capaian year on year (yoy). Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas kebijakan sekaligus mengidentifikasi potensi pendapatan yang masih dapat ditingkatkan.
Dia juga menekankan pentingnya konsistensi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan setiap kebijakan yang telah disepakati. Menurutnya, komitmen yang kuat menjadi syarat utama untuk mencapai target pembangunan dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kalau kita tidak bisa melangkah, saya minta semuanya berhenti dulu. Ini soal menjaga komitmen. Jangan main-main dengan keputusan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyatakan komitmen melalui penandatanganan pernyataan kesiapan meningkatkan PAD. OPD yang memiliki sumber-sumber pendapatan diminta menyusun proyeksi penerimaan secara terukur sehingga dapat dijadikan dasar evaluasi kinerja secara berkala.
Ayep menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga akan menjadi bagian dari indikator penilaian kinerja aparatur. Bahkan, capaian peningkatan PAD akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan rotasi maupun promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
