SUKABUMI – Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi telah terbentuk. Lembaga ini memiliki peran strategis terhadap berbagai upaya menanggulangi HIV/AIDS.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemangku kepentingan pada bidang kesehatan semata. Tapi hal itu merupakan upaya bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan.
“KPA memiliki peran sangat penting sebagai pengarah, koordinator, dan penggerak segala upaya pencegahan, penanganan, serta dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Tantangan yang kita hadapi terus berkembang, sehingga kerja sama lintas sektor harus semakin diperkuat agar program yang berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga Kota Sukabumi,” ujar Ayep.
Baca Juga:BMKG Bangun Budaya Sadar Bencana, Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di SMAN 3 Kota SukabumiDPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2026
Pengukuhan pengurus yang diikuti dengan rapat koordinasi merupakan momentum untuk memperbarui komitmen serta menyusun program kerja yang lebih terarah.
Ketua KPA Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan target kerja KPA diarahkan untuk mewujudkan Three Zero yaitu zero infeksi baru, zero kematian akibat HIV/AIDS, dan zero diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.
“Bagaimana strategi kita ke depan untuk menjadikan orang yang sudah positif terkena HIV/AIDS mau ditangani secara inklusif karena pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk memaksa orang untuk dirawat atau diobati tapi itu kesadaran masing-masing,” kata Bobby yang juga merupakan Wakil Wali Kota Sukabumi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menjelaskan KPA akan segera menyusun program yang melibatkan lintas sektor, termasuk menyiapkan skema pengevaluasian program kerja. (mg5)
======
KETIGA
Tim Gabungan Sita 8 Ribu Batang Rokok Ilegal
SUKABUMI – Tim gabungan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Bogor, Kejaksaan Negeri, dan Polres menyita lebih dari 8 ribu batang rokok ilegal. Kegiatan itu dilakukan pada operasi bersama yang difokuskan di Kecamatan Baros dan Lembursitu.
Kepala Seksi Trantib Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Rudi Hartono, mengatakan razia rokok ilegal dilaksanakan Kamis (30/7). Pada kegiatan ini, tim gabungan menyita rokok ilegal yang terdiri dari beberapa merek seperti Blitz yang dijual di 11 tempat di dua kecamatan.
