SUKABUMI – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Sekolah Lapang Gempa Bumi di SMAN 3 Kota Sukabumi, kemarin (4/8). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri sekaligus membuka kegiatannya. Bobby mengapresiasi BMKG, khususnya Stasiun Geofisika Sukabumi, yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga teknis, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.
Menurutnya, mitigasi bencana harus menjadi perhatian bersama karena wilayah Sukabumi memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi keselamatan warga.
Baca Juga:Pejalan Kaki Meninggal Dunia Terserepet KA Pangrango Sukabumi-BogorRekonstruksi Pembunuhan Wanita di Sagaranten, Polisi Ungkap Fakta Baru
Bobby juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Di era digital, edukasi harus dikemas secara kreatif dan memanfaatkan perkembangan teknologi serta media sosial agar lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Tantangan terbesar bukan hanya menyediakan informasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mau menerima, memahami, dan mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana,” tegasnya.
BObby mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekolah, tempat kerja, dan masyarakat luas. Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Bobby, berkomitmen memperkuat ketangguhan daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta edukasi kebencanaan yang berkelanjutan. (mg5)
