PALABUHANRATU – Rekonstruksi kasus penemuan kerangka perempuan di kawasan perkebunan Pohon Jati, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, mengungkap fakta baru yang memperjelas rangkaian dugaan pembunuhan.
Dalam proses rekonstruksi, penyidik menemukan adanya tindakan tambahan yang diduga dilakukan pelaku untuk memastikan korban benar-benar meninggal dunia.
Rekonstruksi yang digelar di kawasan Gunung Jati, Senin (3/8/2026), memperagakan 14 adegan dan melibatkan penyidik Satreskrim Polres Sukabumi, jaksa penuntut umum, serta pihak terkait lainnya.
Baca Juga:Perkuat Mitigasi Bencana dan Pelayanan Desa *PMI dan Atma Connect Perluas Konektivitas Internet SatelitKarhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan rekonstruksi menjadi bagian penting untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan hasil penyidikan yang telah dikumpulkan.
“Pada hari ini, tim penyidik Satreskrim Polres Sukabumi telah melaksanakan kegiatan rekonstruksi bersama-sama dengan Kejaksaan Penuntut Umum dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Menurut Dudi, dari 14 adegan yang diperagakan muncul fakta baru yang sebelumnya belum terungkap. Setelah membawa korban dari lokasi awal menuju tempat ditemukannya kerangka, pelaku diduga kembali melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.
“Dari rangkaian kegiatan atau perbuatan pelaku dalam rekonstruksi tersebut, ada ditemukan fakta-fakta baru di mana dalam rangkaian perbuatannya, pelaku sesaat setelah membawa korban dari lokasi pertama ke lokasi terakhir di mana kerangka ditemukan, bahwa saat itu pelaku melakukan perbuatan lain, dengan menggunakan obeng yang diarahkan ke bagian leher korban,” jelasnya (mg3)
