Ranty Rachmatilah : Memahami Hati Jadi Kunci Pelayanan dan Pengasuhan

Istimewa
PT PKK Kota Sukabumi Gelar Seminar Smart Service Parenting
0 Komentar

Banyak persoalan dalam kehidupan ini sebenarnya tak berawal dari niat buruk, tetapi dari kesalahfahaman dan kurangnya kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Karena itu memahami bahasa Kalbu menjadi sangat penting.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah saat membuka Seminar Smart Service Parenting bertajuk Memahami Bahasa Kalbu, Strategi Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Publik dan Pengasuhan di GOR Merdeka pada, Kamis (4/6).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Dokter Aisyah Dahlan ini dihadiri seluruh pengurus TP-PKK Kota Sukabumi, perwakilan para kepala perangkat daerah, kader Posyandu, serta berbagai unsur masyarakat

Baca Juga:Forum RT/RW di Kota Sukabumi Apresiasi Partisipasi MasyarakatDinkes Kota Sukabumi Kejar Target Imunisasi

Ranty menjelaskan bahwa seminar ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas diri. Karena tantangan zaman tak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual saja, akan tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.

Untuk itu dia mengajak seluruh peserta dapat membangun budaya komunikasi yang lebih baik, menyelesaikan persoalan melalui dialog, serta menjadi pribadi yang fokus dan tumbuh memperbaiki diri serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Ranry berharap semakin banyak orang tua, pendidik dan pelayan masyarakat yang mampu berkomunikasi dengan empati, membangun memori positif, serta menghadirkan pengasuhan dan pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, dokter Aisah Dahlan sebagai narasumber memaparkan materi tentang neurospiritual dan komunikasi efektif yang menekankan pentingnya sinergi antara akal dan qalbu dalam pelayanan publik maupun pengasuhan anak.

Diketahui Aisyah Dahlah merupakan seorang dokter dan juga seorang ustadzah yang banyak menginspirasi banyak orang dengan berbagai tips psikologi dan neuparenting yang dibagikan di media sosial seperti Facebook, TikTok, Twitter, YouTube, dan Instagram. (DOKPIM)

0 Komentar