Jenis kopi yang dikembangkan mayoritas merupakan kopi arabika. Hal ini menyesuaikan dengan karakter geografis Desa Perbawati yang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut dinilai sangat ideal untuk budidaya kopi arabika dengan kualitas yang baik. “Dominasi tanaman kopi warga itu arabika. Letak Perbawati di dataran tinggi memang sangat mendukung,” jelas Asep.
Selain kopi, sektor padi juga menjadi perhatian serius pemerintah desa. Bersama BUMDes, Desa Perbawati tengah merancang pengemasan hasil panen petani menjadi produk beras unggulan dengan identitas khas desa.
Produk tersebut direncanakan mencakup beras konsumsi hingga beras ketan. Namun, desa juga menargetkan produksi beras sehat sebagai nilai tambah, dengan secara bertahap mengurangi penggunaan pestisida dalam proses budidaya.
Baca Juga:Upaya Mengendalikan Laju Inflasi, Wakil Wali Kota Hadiri Pasamoan Agung di KuninganRestoe Boemi Edukasi Pemilihan Sampah
“BUMDes sedang menggarap pembuatan Beras Desa Perbawati. Target jangka panjangnya adalah beras sehat, bahkan ke depan diharapkan bisa bebas pestisida,” paparnya.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah desa mulai menggencarkan penyuluhan kepada para petani. Penyuluhan diarahkan agar petani dapat menekan penggunaan pestisida dan beralih ke pola pertanian yang lebih ramah lingkungan.
“Penyuluhan terus kami lakukan. Harapannya branding beras Perbawati sebagai beras sehat bisa segera terwujud,” tambahnya.
Tak hanya kopi dan padi, komoditas pisang juga kembali dilirik. Salah satu varietas yang ingin diangkat kembali adalah pisang Selabintana, yang dikenal memiliki rasa manis khas dan kualitas unggulan. Komoditas ini pernah berjaya di masa lalu dan dinilai masih memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Pemerintah Desa Perbawati berharap pengembangan berbagai komoditas unggulan tersebut mampu memperluas pasar produk lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin semua potensi ini berkembang. Harapannya produk Desa Perbawati semakin dikenal dan bisa benar-benar meningkatkan ekonomi warga,” pungkas Asep. (mg5)
