CIKOLE – Sebanyak 33 kelurahan di Kota Sukabumi sudah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Keberadaan Keltana diharapkan jadi garda terdepan memitigasi bencana di tingkat wilayah.
Kepala BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan potensi kebencanaan masih menjadi tantangan. Terutama saat meningkatnya intensitas curah hujan yang berdampak terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
“Bagi kami, penting adanya penguatan budaya sadar bencana serta optimalisasi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran dan penyelamatan. Karena itu, keberadaan Keltana yang suda terbentuk di 33 kelurahan diharapkan bisa menjadi garda terdepan mitigasi kebencanaan,” kata Yoseph, kemarin (10/2).
Baca Juga:Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan GuruDPRD Kota Sukabumi Serahkan Kebijakan Pasar Marema ke Wali Kota
Hingga 2024, sejumlah capaian kinerja berhasil diraih pada konteks kebencanaan. Di antaranya penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) menjadi 126,24 dari target 135,16, capaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,58, serta respons cepat penanganan bencana yang mencapai 100 persen.
Sementara pada 2027, BPBD menetapkan sasaran strategis program penguatan mitigasi non-struktural, pembangunan mitigasi struktural di titik rawan, peningkatan kualitas response time, serta sinergi lintas lembaga dalam forum pengurangan risiko bencana. Komitmen anggaran pun diarahkan pada layanan publik dasar kebencanaan dan pemadaman kebakaran demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi kinerja BPBD Kota Sukabumi yang dinilai responsif dan cermat dalam menangani berbagai kejadian bencana, termasuk banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Saya mengapresiasi BPBD Kota Sukabumi yang telah menunjukkan kinerja responsif dan cermat dalam penanggulangan beberapa kali bencana di Kota Sukabumi seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkap Bobby.
Bobby menegaskan agar BPBD memfokuskan kegiatan pada penanggulangan bencana, mitigasi, serta penanganan kegawatdaruratan. Dia juga menekankan pentingnya peningkatan fiskal daerah guna menunjang berbagai program kebencanaan.
Menurutnya, kegiatan BPBD sangat erat dengan aspek kemanusiaan sehingga perlu terus didorong dan diperkuat. Selain itu, Bobby turut mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya banjir.
Bobby mendorong setiap kelurahan diberi keleluasaan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah serta melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. (dokpim)
