Fokus Tangani Persoalan Sampah, Termasuk 'Sampah' Nonmaterial

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES SIMBOLIS: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana berfoto bersama para camat yang secara simbolis menerima bantuan sepeda motor sampah di sela peringatan HPSN, kemarin (23/2).
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN SH – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan limbah fisik, tetapi juga menyangkut program dan kebijakan yang tidak produktif. Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Lapang Apel Setda, kemarin (23/2).

Di hadapan sekitar 200 peserta dari unsur perangkat daerah, Ayep menyatakan pembangunan daerah tidak boleh lagi melahirkan ‘sampah’ dalam bentuk proyek mubazir, kegiatan tanpa dampak, maupun kebijakan yang tidak efektif. “Hari Peduli Sampah Nasional ini jangan dimaknai sebatas membersihkan lingkungan. Sampah bukan hanya material, tetapi juga nonmaterial. Program yang tidak produktif, kebijakan yang tidak efektif, itu juga sampah,” tegasnya.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, para Asisten Daerah, staf ahli, kepala SKPD/BUMD/BLUD, camat, serta lurah se-Kota Sukabumi.

Baca Juga:Hasil Penyelidikan Polisi Mulai Terungkap, NS Diduga Alami Kekerasan Sebelum Meninggal Tingkatkan Kesadaran Publik, PLN UP3 Sukabumi Intensifkan Edukasi Keselamatan Ketengalistrikan

Ayep menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi pembangunan yang berakhir tanpa pemanfaatan optimal. “Kita tidak boleh lagi menghasilkan sampah pembangunan. Gedung yang tidak termanfaatkan, kegiatan yang tidak berdampak, itu pemborosan. Semua yang tidak produktif harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia menyebut APBD Kota Sukabumi Tahun 2026 tercatat sebesar Rp1,175 triliun, dengan target peningkatan menjadi Rp1,4 triliun pada 2027. Pemerintah daerah juga menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp650 miliar sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal.

Namun demikian, APBD 2026 masih menghadapi defisit sebesar Rp142,384 miliar akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). “Defisit bukan alasan untuk stagnan. Ini tantangan bagi kita semua untuk bekerja lebih kreatif, lebih efektif, dan lebih disiplin dalam pengelolaan anggaran,” tegas Ayep.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Sukabumi menyerahkan tujuh unit Motor Sampah (Mosam) kepada tujuh camat se-Kota Sukabumi. Armada tersebut diharapkan mempercepat sistem pengumpulan sampah di tingkat kewilayahan. “Mosam ini bukan sekadar kendaraan, tetapi simbol penguatan layanan kebersihan. Kita ingin pengumpulan sampah lebih cepat, lebih efisien, dan lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

0 Komentar