JL BHAYANGKARA – Kegiatan reenactor perjuangan Tempo Doeloe digelar di Wisma Wisnu Wardhani Kota Sukabumi, Senin (23/2). Kegiatan itu untuk mengenang kembali sejarah perjuangan tempo dulu.
“Baraya Kota Sukabumi, adanya hari ini karena adanya masa lalu. Hari ini kami ke masa lalu untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan kita, pembela tanah air kita, khususnya di Kota Sukabumi. Selamat datang di Soekaboemi Tempo Doeloe,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat membuka kegiatan.
Bobby bersama istrinya, Kia Florita, tampil mengenakan kostum pejuang masa lalu sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para pahlawan di Kota Sukabumi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata Kota Sukabumi melalui konsep Soekaboemi Tempo Doeloe yang menghadirkan nuansa edukatif dan historis.
Baca Juga:12 PAS Salurkan Bantuan di 10 LokasiPasar Marema Kembali Hadir saat Ramadan di Kota Sukabumi
Bobby menjelaskan, setelah sebelumnya mempromosikan Destinasi Wisata Cikundul, kini Pemerintah Kota Sukabumi mengangkat Soekaboemi Tempo Doeloe sebagai daya tarik baru. Ke depan, berbagai lokasi lain juga akan terus diperkenalkan untuk memperkuat sektor pariwisata daerah.
Ia mengajak seluruh warga Kota Sukabumi untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata, terlebih dengan segera selesainya Tol Bocimi Seksi 3 yang diproyeksikan akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Kota Sukabumi. Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menyambut lonjakan wisatawan.
Pemerintah Kota Sukabumi pada tahun ini akan meningkatkan kualitas jalan dan fasilitas pendukung lainnya agar para pengunjung merasa nyaman saat berkendara maupun beraktivitas di berbagai destinasi wisata. “Semua harus dipersiapkan, mulai dari tempat wisatanya hingga infrastrukturnya,” ujarnya.
Ia mencontohkan potensi kawasan Cikundul yang memiliki sumber air panas dan arung jeram, serta kawasan Soekaboemi Tempo Doeloe yang menghadirkan museum sebagai sarana edukasi sejarah. Pada bulan Ramadan, lokasi-lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan ngabuburit yang bernilai rekreatif sekaligus edukatif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Melalui refleksi sejarah dan penguatan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Sukabumi berharap semangat perjuangan masa lalu dapat menjadi energi untuk membangun masa depan kota yang lebih maju dan berdaya saing. (dokpim)
