SUKABUMI – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menghadiri kegiatan rapat koordinasi bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Senin (6/4).
Kepala Dinas P2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, memaparkan berbagai upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kota Sukabumi yang difokuskan dari hulu melalui pendekatan berbasis data keluarga berisiko stunting (KRS). Berdasarkan data terbaru, jumlah keluarga berisiko stunting mengalami penurunan dari sekitar 26 ribu menjadi 19 ribu keluarga, dengan dukungan 798 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang aktif di lapangan.
Selain itu, berbagai program pencegahan terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil), serta intervensi bagi calon pengantin sebagai bagian dari kesiapan membangun keluarga sehat.
Baca Juga:Wali Kota Sukabumi Pantau Kesiapan Calon PMIHarga Daging Ayam dan Telur Turun, Permintaan Masyarakat mulai Turun
Tak hanya itu, para kepala bidang juga turut memaparkan program kerja masing-masing beserta dukungan anggaran yang menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan pentingnya pencegahan stunting dari hulu, mulai dari kesiapan calon orang tua, pola asuh, hingga pemenuhan gizi keluarga. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memaknai momentum Ramadan sebagai latihan pengendalian diri yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (dokpim)
