SUKABUMI – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu unit yang menjadi sorotan adalah SPPG Sindangpalay 2 di Kecamatan Cibeureum yang kini telah melayani hampir 2.000 penerima manfaat.
Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut menjadi indikator positif keberhasilan program pemenuhan gizi di daerah. “Pada awalnya hanya 400 penerima manfaat, sekarang sudah mencapai 1.918. Saya titip kepada pengelola SPPG dan mitra agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Secara fasilitas sudah bagus, lahan luas, ada tiga titik loading, dan IPAL tinggal dikolaborasikan dengan sistem modern,” ujar Andri saat meninjau langsung lokasi, Jumat (10/4).
Di Kecamatan Cibeureum tercatat terdapat tujuh unit SPPG yang aktif beroperasi. SPPG Sindangpalay 2 menjadi salah satu yang mengalami lonjakan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga:Pantai Cibuaya Potensi Wisata Alam yang Asri di Ciracap SukabumiBupati Ajak Igornas Majukan Sukabumi, Baik Kebugaran Maupun Prestasi
Andri menegaskan, evaluasi terhadap seluruh SPPG akan terus dilakukan guna memastikan kualitas layanan tetap optimal. Meski demikian, berdasarkan hasil peninjauan, sebagian besar unit SPPG di Kota Sukabumi dinilai telah berjalan dengan baik.
Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus memperbarui kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kemudian disosialisasikan kepada seluruh pengelola. Saat ini, hampir seluruh dapur MBG telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk di wilayah Jalur, Karangtengah, Perana, dan Lembursitu.
SPPG Sindangpalay 2 sendiri mulai beroperasi sejak 18 Februari 2026. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, jumlah penerima manfaat meningkat pesat dari awalnya sekitar 300–400 orang menjadi 1.918 orang.
Selain meningkatkan layanan gizi, program ini juga berdampak pada pemberdayaan masyarakat lokal. Sekitar 90 persen relawan yang terlibat berasal dari warga sekitar, mulai dari ibu rumah tangga hingga masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Kepala dapur SPPG Sindangpalay 2, Krisman Firdani Zega, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah dapur turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga. “Limbah dapur dimanfaatkan untuk pakan ternak. Nanti hasil ternak seperti telur ayam atau bebek akan kami tarik kembali sebagai bagian dari siklus pemanfaatan,” jelasnya.
