Konser Musik di Stadion Suryakencana Tuai Kritik

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES RUSAK: Pascadigelarnya konser musik, kondisi Stadion Suryakencana di Kota Sukabumi, makin memprihatinkan.
0 Komentar

WARUDOYONG — Penyelenggaraan konser musik di Stadion Suryakencana pada Minggu (19/4) menuai sorotan berbagai kalangan. Pasalnya, kegiatan tersebut meninggalkan tumpukan sampah serta kerusakan pada fasilitas stadion, khususnya kondisi rumput lapangan yang terlihat semakin parah.

Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Dindin Solahudin, menilai lemahnya pengawasan dan minimnya pemeliharaan menjadi faktor utama terjadinya kerusakan tersebut. Dia menyebut kondisi stadion bahkan sudah kurang terawat sebelum kegiatan berlangsung. “Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Fasilitas publik seperti Stadion Suryakencana seharusnya dijaga marwahnya,” ujar legislator Fraksi PKS ini, kemarin (20/4).

Menurutnya, penggunaan stadion untuk kegiatan nonolahraga bukan menjadi persoalan selama disertai komitmen kuat dari penyelenggara dan pengelola untuk menjaga kebersihan serta melakukan pemulihan kondisi lapangan setelah kegiatan selesai. Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Baca Juga:Dukung Program Bangga Kencana, Kader IMP di Sukabumi Ikuti JamboreSukabumi Daerah Paling Responsif di Jabar dalam Kebijakan Pelayanan Pajak

Sejumlah titik di area stadion dipenuhi sampah, sementara permukaan rumput lapangan mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Dindin menegaskan, tanggung jawab pemulihan tidak boleh diabaikan.

Dia mendesak pengelola stadion dan instansi terkait segera melakukan pembersihan menyeluruh serta perbaikan fasilitas yang terdampak. “Harus ada langkah cepat untuk membersihkan dan memperbaiki kondisi stadion. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

DPRD juga mendorong adanya evaluasi ketat dalam proses pemberian izin penggunaan stadion, khususnya untuk kegiatan nonolahraga yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap fasilitas publik. Menurutnya, mekanisme pengawasan dan tanggung jawab pasca-kegiatan perlu diperjelas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Stadion ini aset bersama masyarakat. Kalau terus dibiarkan rusak dan kotor, tentu yang dirugikan adalah warga Kota Sukabumi sendiri,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar