Ayep menjelaskan, perbaikan Jalan Merbabu telah masuk dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan, pemerintah daerah telah melakukan penanganan sementara berupa penambalan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. “Untuk Jalan Merbabu tahun ini akan ditangani oleh provinsi. Namun sebagian titik yang rusak sudah kami lakukan penambalan terlebih dahulu,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Sukabumi juga memperoleh dana insentif sekitar Rp2 miliar yang akan digunakan untuk mendukung sejumlah program prioritas. Sebagian dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang mengalami kerusakan. Selain itu, pemerintah juga mengarahkan anggaran untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Langkah tersebut dinilai penting mengingat persoalan sampah menjadi salah satu tantangan perkotaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat. Pemerintah juga tengah mempersiapkan Program Sapu Bersih yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. “Program Sapu Bersih juga akan berjalan. Kami ingin lingkungan Kota Sukabumi semakin bersih dan sampah yang berserakan bisa terus berkurang,” tutur Ayep.
Baca Juga:Pemkot Sukabumi Perkuat Kendali Inflasi dan Ketahanan PanganKDKMP Kota Sukabumi Terkendala Keterbatasan Lahan
Meski menghadapi tantangan fiskal, Pemerintah Kota Sukabumi tetap optimistis dapat menjaga keberlanjutan pembangunan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencari sumber pendanaan tambahan agar program-program prioritas dapat direalisasikan sesuai rencana.
Ayep meminta masyarakat tetap optimistis terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga. “Saya minta warga tetap optimistis karena pemerintah akan terus mencari berbagai peluang pendanaan guna mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor. Jangan khawatir terkait pembangunan infrastruktur. Saya akan terus berikhtiar untuk membangun Kota Sukabumi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Sukabumi berharap Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan. Tambahan dukungan anggaran tersebut dinilai akan memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah disiapkan. “Kalau TKD sudah turun, tentu akan menjadi energi tambahan bagi kami untuk mempercepat berbagai program pembangunan yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (mg5)
