Kelurahan Kebonjati Bersiap Laksanakan P2RW

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES SOSIALISASI: Sosialisasi P2RW menjadi tahapan awal sebelum proposal usulan kegiatan diinput ke dalam SIPD.
0 Komentar

SUKABUMI – Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole mulai mempersiapkan pelaksanaan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) melalui kegiatan sosialisasi penyusunan proposal pengajuan dana hibah. Kegiatan tersebut diikuti seluruh ketua RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), unsur Kecamatan Cikole, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Sukabumi, serta aparatur Kelurahan Kebonjati, kemarin (30/6).

Sosialisasi menjadi tahapan awal sebelum proposal usulan kegiatan diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai dasar penganggaran pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Sebanyak 10 RW di wilayah Kelurahan Kebonjati mengikuti kegiatan tersebut. Setiap RW direncanakan tetap memperoleh alokasi anggaran P2RW sebesar Rp25 juta untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan lingkungan.

Baca Juga:‎Kursi Ketua PK KNPI Cibadak Sukabumi Mulai Dibidik Lima Bakal CalonKecelakaan Maut di Sukaraja, Lansia 72 Tahun Tewas Saat Menyeberang Jalan

Lurah Kebonjati, Yunan Ananda, mengatakan sosialisasi dilakukan agar seluruh pengurus RW memahami mekanisme penyusunan proposal sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan pemahaman yang sama, diharapkan seluruh dokumen usulan dapat disusun secara lengkap dan memenuhi persyaratan administrasi. “Tahap yang kami lakukan saat ini adalah memberikan pemahaman kepada seluruh RW mengenai tata cara penyusunan proposal P2RW. Kami ingin seluruh usulan yang diajukan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan memenuhi ketentuan administrasi sehingga proses penganggarannya dapat berjalan lancar,” ujar Yunan kepada wartawan, kemarin (30/6).

Menurutnya, program P2RW merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat kewilayahan. Karena itu, pihaknya meminta seluruh RW memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyusun program yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga. “Kami berharap setiap RW dapat menyusun usulan kegiatan secara matang dengan melibatkan masyarakat. Program yang diajukan harus mampu menjawab kebutuhan lingkungan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tambahnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Lela Nurlela, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berada pada tahap sosialisasi penyusunan proposal permohonan dana hibah P2RW.

Menurutnya, seluruh proposal nantinya harus terlebih dahulu diinput ke dalam SIPD sebagai syarat agar dapat diakomodasi dalam Anggaran Perubahan Tahun 2026. “Sekarang ini masih tahap sosialisasi pembuatan proposal permohonan dana hibah P2RW yang harus diinput terlebih dahulu ke SIPD untuk dianggarkan dalam anggaran perubahan,” jelas Lela.

0 Komentar