Kedai Nyaman Caffee Hadir di Sukaraja, Tawarkan Ruang Diskusi untuk Kalangan Anak Muda

Istimewa
LAUNCHING : Owner Kedai Nyaman Caffee, R. Suci Pitri Aprilialisa saat melaunching kedai Nyaman Caffee di Jalan Gandasoli–Cireunghas (foto : ndie)
0 Komentar

SUKARAJA – Di tengah minimnya ruang berkumpul bagi anak muda di kawasan Jalan Gandasoli–Cireunghas, hadir sebuah tempat yang tak sekadar menjual kopi, tetapi juga menawarkan ruang untuk berdiskusi, berkreasi, dan membangun interaksi sosial.

Kedai Nyaman Caffee resmi melakukan Soft Opening di Jalan Gandasoli–Cireunghas Nomor 2, Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/7/2026) lalu

Mengusung konsep klasik dengan nuansa hangat, kedai ini menyasar kalangan anak anak muda, Pelajar hingga masyarakat umum dengan menu berkualitas dan harga yang ramah di kantong.

Baca Juga:Lahan Kosong Warga di Kalapamunggal Terbakar, Damkar Sigap Padamkan ApiHMI Sukabumi Desak Evaluasi MBG saat Menggelar Aksi damai di Gedung DPRD

Owner Kedai Nyaman Caffee, R. Suci Pitri Aprilialisa, mengatakan kehadiran usahanya berangkat dari kebutuhan akan ruang berkumpul yang representatif di kawasan tersebut, sekaligus sebagai upaya membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. “Sepanjang Jalan Sukaraja hingga Cireunghas hampir tak ada kedai kopi. Saya melihat peluang ini cukup besar, apalagi ke depan kawasan ini akan berkembang dengan adanya perumahan,” kata dia

“Selain membuka usaha, saya juga ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk anak-anak muda berdiskusi serta menyerap tenaga kerja lokal. Untuk tahap awal saja kami sudah mempekerjakan lima orang,” ujarnya.

Menurut Suci, konsep Kedai Nyaman Caffee lebih mengedepankan suasana sederhana namun nyaman. Harga makanan dan minuman sengaja dibuat terjangkau agar dapat dinikmati seluruh kalangan. “Kami ingin semua orang bisa menikmati kopi berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Menu andalan kami Mie Karbonara dan berbagai varian kopi, mulai dari robusta, arabika dan latte ada disini dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding kebanyakan kafe,” katanya.

Selain menyajikan kopi, kedai ini juga menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis yang diharapkan dapat menjadi penunjang aktivitas belajar maupun bekerja. Menurutnya, keberadaan banyak sekolah di sekitar lokasi menjadi potensi tersendiri sehingga kedai dapat menjadi alternatif tempat mengerjakan tugas maupun berdiskusi.

Suci juga memastikan bahan baku yang digunakan berasal dari pelaku UMKM dan pemasok lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat sekitar. “Kami ingin kedai ini tidak hanya berkembang sebagai tempat usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebisa mungkin bahan baku kami ambil dari UMKM lokal sehingga ekonomi di sekitar juga ikut bergerak,” pungkasnya. (ndi)

0 Komentar